Manajer: Sir Alex Ferguson (1986–2013)

Sir Alex Ferguson

Sir Alexander Chapman “Alex” Ferguson CBE (lahir di Govan, Glasgow, 31 Desember 1941) adalah seorang pelatih dan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Skotlandia, yang pernah menangani Manchester United, di mana dia telah bertugas lebih dari 1000 pertandingan.

Ferguson kecil bersama adik dan dua orang tuanya

Dianggap sebagai salah satu pelatih terbaik dalam sejarah, dia telah memenangkan lebih banyak trofi daripada pelatih manapun sepanjang sejarah sepak bola Inggris. Dia telah menangani Manchester United sejak tanggal 6 November 1986 hingga 2013, menggantikan Ron Atkinson.

Perolehan trofi Sir Alex Ferguson selama 26 tahun menukangi Manchester United

Di Manchester United, Sir Alex menjadi pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Inggris, dengan memimpin tim memenangkan 13 gelar juara liga. Pada 1999, dia menjadi pelatih pertama yang membawa tim Inggris meraih treble dari Liga Utama, Piala FA and Liga Champions UEFA. Juga menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan Piala FA sebanyak 5 kali, Fergie juga menjadi satu-satunya pelatih yang berhasil memenangkan gelar Liga Inggris sebanyak 3 kali berturut-turut bersama tim yang sama (1998-1999, 1999-2000 and 2000-2001).

Brian Clough, Sir Alex Ferguson, dan Bill Shankly

Pada 2008, dia bergabung bersama Brian Clough (Nottingham Forest) dan Bob Paisley (Liverpool) sebagai pelatih Britania yang pernah memenangkan kejuaraan Eropa sebanyak lebih dari satu kali. Ferguson resmi menyatakan pensiun sebagai pelatih United pada 9 Mei 2013.

Kehidupan Sebelumnya

Alexander Chapman Ferguson lahir dari pasangan Alexander Beaton Ferguson, seorang buruh pekerja galangan kapal dengan Elizabeth Hardie. Alex Ferguson lahir di rumah neneknya di Shieldhall Road, Govan, pada 31 Desember 1941, tapi dibesarkan di rumah petak di 667 Govan Road bersama adiknya, Martin Ferguson.

Ferguson bersekolah di Broomloan Road Primary School dan melanjutkan ke Govan High School. Dia adalah pendukung setia Rangers.

Karir Klub

Karir sepak bola Ferguson dimulai ketika dia bergabung dengan klub amatir Queens Park pada umur 16 tahun. Berposisi sebagai penyerang, dia mencetak 20 gol pada musim debutnya dan pindah pada musim berikutnya ke klub amatir St. Johnstone.

Ferguson berseragam Queens Park

Di klub barunya, Ferguson mengejutkan publik dengan mencetak hat-trick melawan klub idolanya Glasgow Rangers. Performanya membuat dia dikontrak secara profesional oleh Dunfermline. Pada musim pertamanya, Ferguson berhasil mencapai final Piala Skotlandia melawan Glasgow Celtic akan tetapi kalah 3-2. Ferguson sendiri tidak tampil dalam final karena penampilan buruknya ketika melawan St. Johnstone pada pertandingan sebelumnya.

Ferguson saat bermain untuk Dunfermline di musim 1964/1965

Musim keduanya bersama Dunfermline, dia berhasil keluar sebagai pencetak gol terbanyak Liga Skotlandia bersama Joe McBride dengan 31 gol. Prestasi ini akhirnya mengantarkan Ferguson ke klub impiannya sejak kecil, Glasgow Rangers.

Masa-masa di Rangers ternyata tidak menyenangkan Ferguson. Dia sering dicadangkan dan berlatih dengan tim junior. Hal ini membuat Fergie tidak betah dan hanya bertahan 2 musim bersama Rangers. Dia kemudian ditawari pindah oleh klub Inggris, Nottingham Forest. Tetapi istrinya, Cathie, tidak menyetujui kepindahan mereka ke Inggris.

Ferguson berbaju Rangers (mufclatest.com)

Dia lalu memilih untuk pindah ke klub Falkirk. Ferguson dipromosikan sebagai pelatih merangkap pemain. Namun tak lama kemudian jabatannya digantikan oleh John Prentice. Ferguson kemudian memilih untuk pindah ke Ayr United di mana dia bermain sampai pensiun sebagai pemain pada 1974. Sebagai pemain, Ferguson telah mencetak total 170 gol dalam 317 pertandingan.

Karir Manajerial

East Stirlingshire (1974)

Pada bulan Juni tahun 1974, sesaat setelah ia pensiun sebagai pemain, Ferguson ditunjuk sebagai manajer paruh waktu unutk East Stirlingshire pada usia 32 tahun.

Karirnya di East Stirlingshire hanya bertahan sebentar karena pada bulan Oktober 1974 ia menerima pinangan St. Mirren untuk menjadi manajer.

St. Mirren (1974-1978)

Karirnya di St. Mirren berlangsung gemilang, selama 4 musim menangani klub tersebut (1974-1978). Ferguson mengangkat klub kecil yang tadinya hanya ditonton oleh 1.000 orang dalam pertandingan kandang itu menjadi juara Liga Skotlandia pada musim 1977 dengan permainan menyerangnya. Selain itu, dia berjasa dalam menemukan bakat-bakat muda dalam diri Billy Stark, Tony Fitzpatrick, Bobby Reid dan Peter Weir.

Ferguson saat menandatangani kontrak dengan St Mirren.

Kesuksesan Ferguson dalam mengangkat St. Mirren ternyata berujung pada pemecatan pada tahun 1978 karena konflik internal antara Ferguson sendiri dengan staffnya. Presiden klub St. Mirren, Willie Todd bahkan mengatakan bahwa Ferguson “tidak mempunyai kemampuan manajerial yang baik”. Dengan demikian St. Mirren adalah klub satu-satunya yang pernah memecat Ferguson sepanjang karier manajerialnya.

Aberdeen (1978-1986)

Ferguson menjadi manajer Aberdeen menggantikan Billy McNeil yang pindah ke Glasgow Celtic. Dia diharapkan untuk mengembalikan masa kejayaan Aberdeen yang menjuarai Liga Skotlandia terakhir kali pada 1955. Namun, karena usia Ferguson yang terbilang cukup muda (36 tahun), tetap saja dia kesulitan meraih respek dari para pemain yang beberapa di antaranya lebih tua dari manajer mereka sendiri.

Ferguson saat diperkenalkan sebagai manajer Aberdeen

Pada musim debutnya, Aberdeen meraih peringkat ke-4 walaupun tidak pernah kalah sebelum Desember 1978. Ferguson juga membawa Aberdeen ke semifinal Piala Skotlandia dan Piala Liga Skotlandia. Pada musim berikutnya, Aberdeen kembali kalah dalam final Piala Liga Skotlandia oleh Dundee United setelah pertandingan replay. Ferguson menyalahkan dirinya sendiri yang seharusnya mengubah taktik dan komposisi pemain dalam pertandingan replay tersebut.

Setelah pertandingan final itu, performa Aberdeen mengalami peningkatan sampai mereka menjadi juara Liga Skotlandia pada akhir musim 1979/80. Hal ini membuat Ferguson mendapatkan kepercayaan dan respek dari para pemain dan direktur klub.

Ferguson mempersembahkan gelar untuk Aberdeen

Dia tetap menjadi manajer yang penuh disiplin sehingga pemain-pemainnya menjulukinya “Furious Fergie” atau “Fergie yang Galak”. Dia bahkan pernah mendenda salah satu pemainnya, John Hewitt, karena mendahuluinya ketika mengendarai mobil di jalan. Dia juga pernah menendang sebuah teko teh kepada para pemainnya saat mereka tampil buruk dalam babak pertama. Ferguson juga menuduh pers mengutamakan 2 klub saja (Rangers dan Celtic) dalam pemberitaannya.

Aberdeen terus meraih sukses dalam musim-musim berikutnya. Diantaranya meraih Piala Skotlandia pada musim 1981/82. Trofi ini mengantarkan Aberdeen unutk berpartisipasi lagi dalam ajang Eropa, kali ini di ajang Piala Winners. Performa Fergie bersama Aberdeen mendapat sorotan media setelah mereka secara mengejutkan menyingkirkan Bayern München setelah klub itu mengalahkan Tottenham Hotspur 4-1 dalam ronde sebelumnya.

Ferguson dan asistennya, Archie Knox, saat membawa Aberdeen juara Piala Winners

Kesuksesan ini mendatangkan kepercayaan diri pada skuad Aberdeen yang percaya mereka dapat meraih sukses dalam ajang Piala Winners. Hal yang menjadi kenyataan ketika pada 11 Mei 1983 mereka sukses mengalahkan raksasa Spanyol, Real Madrid 2-1 dalam final. Aberdeen menjadi klub ketiga Skotlandia yang meraih sukses Eropa setelah Rangers dan Celtic.

Dalam kompetisi domestik, Aberdeen berhasil mempertahankan mahkota juara Piala Skotlandia dengan kemenangan 1-0 atas Rangers di final. Musim berikutnya, Aberdeen kembali meraih gelar juara Piala Skotlandia untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, dan meraih gelar juara Liga Skotlandia. Hal ini membuat Ferguson dianugerahi gelar OBE pada 1984.

Fergie kembali membawa Aberdeen mempertahankan gelar juara Liga Skotlandia pada musim 1984-85. Musim berikutnya (1985/86), mereka gagal dalam ajang liga, posisi 4 dalam klasemen, walaupun mereka meraih juara Piala Liga dan Piala Skotlandia pada tahun yang sama.

Pada musim yang sama, Ferguson adalah salah satu staf pelatih dalam tim nasional Skotlandia ketika menghadapi ajang Piala Dunia 1986. Namun, meninggalnya pelatih utama mereka, Jock Stein, membuat Ferguson ditunjuk menjadi pelatih utama Skotlandia pada Piala Dunia 1986. Dia kemudian menunjuk Archie Knox menjadi asisten manajer yang mana adalah asistennya juga di Aberdeen. Karena jasa-jasanya di Aberdeen, Ferguson kemudian diusulkan untuk menjadi salah satu direktur di klub tersebut, namun Fergie menolaknya dan mengatakan bahwa dia berniat untuk pindah dari Aberdeen pada akhir musim 1985/86.

Walaupun dia tetap berada bersama Aberdeen pada awal musim 1986/87, namun pada November 1986, Ferguson akhirnya menerima pinangan Manchester United untuk menjadi manajer mereka menggantikan jabatan yang dipegang Ron Atkinson.

Manchester United (1986-2013)

  • Awal karier di Manchester United

Awal karirnya di Old Trafford tidaklah semulus yang dia kira. Saat itu, MU terbelit dalam masalah alkohol yang kritis. Beberapa pemain andalan mereka (Norman Whiteside, Paul McGrath dan Bryan Robson), mempunyai hobi menenggak minuman keras dan mempunyai level kebugaran yang “menyedihkan”.

Ferguson, bersama-sama dengan Archie Knox yang diangkat menjadi asisten manajer saat itu, secara perlahan-lahan mengubah kebiasaan buruk itu dan menanamkan disiplin ketat bagi para pemain, hal yang masih berlaku sampai saat ini di MU. Pertandingan debutnya berakhir dengan kekalahan 2-0 atas klub underdog, Oxford United. Diikuti oleh hasil imbang 0-0 tujuh hari berikutnya melawan Norwich City.

Kemenangan pertama United dibawah asuhan Fergie hadir pada 22 November 1986 ketika Red Devils mengalahkan Queens Park Rangers 1–0 di Old Trafford. Selain itu, Fergie juga berhasil memenangkan pertandingan tandang satu-satunya yang mereka raih musim itu. Yang istimewa, lawan mereka adalah rival abadi United, Liverpool pada Boxing Day, hal yang mana telah dijanjikan oleh Fergie ketika konferensi pers pertamanya sebagai manajer United yaitu “akan menggantikan Liverpool sebagai klub Inggris paling dominan mulai saat ini”.

Dalam musim perdananya di United, Fergie membawa MU duduk di peringkat 11, setelah sebelumnya mereka sempat terdampar di peringkat 21. Musim berikutnya Ferguson mendatangkan beberapa pemain baru untuk membela United. Mereka adalah Steve Bruce, Viv Anderson, Brian McClair dan kiper Jim Leighton. Dengan tambahan pemain-pemain baru, dia meraih posisi 2 di belakang Liverpool yang menjadi juara Liga Inggris.

Musim 1988/89, Ferguson kembali mendatangkan pemain baru, kali ini Mark Hughes yang kembali bergabung dengan United setelah penampilan mengecewakan selama 2 tahun di FC Barcelona. United diunggulkan untuk menjadi juara pada musim itu namun penampilan mereka mengecewakan dan akhirnya kembali terdampar di posisi 11 pada klasemen akhir.

Mark Hughes dan Sir Alex Ferguson

Pada awal musim, United tampil dalam partai persahabatan melawan tim nasional Bermuda dan Somerset County dimana Fergie turun sebagai salah satu pemain saat laga melawan Somerset. Ini merupakan satu-satunya penampilan Fergie berseragam Setan Merah dalam pertandingan.

  • Gelar Liga Pertama

Musim 1989/90, Ferguson kembali mendatangkan pemain baru; Paul Ince, Mike Phelan, Neil Webb, dan bek Gary Pallister. Pada awal musim United berhadapan dengan juara bertahan Arsenal dimana Setan Merah berhasil menang 4-1 namun performa United menurun dan setelah kekalahan memalukan 5-1 dari rival sekota Manchester City, spanduk yang meminta Fergie untuk mundur mulai bermunculan di Old Trafford.

Fergie sendiri menggambarkan bulan Desember 1989 adalah “masa-masa tergelap selama karirnya dalam dunia sepak bola” di mana United menjadi salah satu calon klub yang akan mengalami degradasi dari Liga Inggris. Dewan direktur klub tetap mempercayai Fergie sebagai manajer. Mereka bisa menoleransi penampilan buruk klub karena beberapa pemain kunci cedera dan mereka juga puas atas peran serta Ferguson yang mengubah sistem pelatihan dan pencarian bakat di United.

Kepercayaan dewan direksi klub dijawab Ferguson dengan kemenangan 1-0 pada final replay Piala FA 1989 melawan Crystal Palace yang saat itu diperkuat Ian Wright. Raihan trofi ini adalah yang pertama untuk Fergie selama menangani United dan disebut-sebut sebagai trofi penyelamat kariernya di MU.

Ferguson dan trofi Piala FA tahun 1989

Pada awal musim 1990/91 Fergie mendatangkan kiper asing dari Denmark, Peter Schmeichel untuk mengawal gawang United dan Andrei Kanchelskis untuk mengisi pos sayap kanan. Raihan trofi pertama membuat para fans berharap banyak pada musim berikutnya 1990/91, di mana sekali lagi United menghadirkan performa impresif ketika mengalahkan Arsenal di Highbury, 6-2.

Namun performa yang kurang konsisten membuat United menderita kekalahan dari klub gurem Sunderland, Liverpool juga mengalahkan mereka 4-0 di stadion Anfield diikuti kekalahan dari klub sekota Liverpool, Everton, di Old Trafford, 2-0. Kekalahan melawan Everton ini merupakan debut dari sayap kiri muda yang fenomenal, Ryan Giggs di tim utama setelah dipromosikan oleh Fergie dari skuat junior mereka.

Ryan Giggs debut melawan Everton pada 1991

Performa inkonsisten mereka di Liga Inggris ternyata tidak berpengaruh pada penampilan mereka dalam ajang eropa. United melaju hingga partai final yang mempertemukan mereka dengan FC Barcelona dalam ajang Piala Winners di mana Setan Merah mengalahkan wakil Spanyol itu 2-1.

Sayangnya, United kembali mengalami kegagalan pada musim berikutnya, walaupun sukses dalam ajang Piala Liga dan Piala Super Eropa, United gagal mempertahankan performa mereka dalam kompetisi domestik. Setelah gagal merekrut Alan Shearer, United mendatangkan penyerang Dion Dublin pada musim panas 1992.

Fergie dan Robson setelah juara Piala Winners musim 1990–1991

Penampilan sayap kiri muda Ryan Giggs semakin impresif setelah Fergie melepas Lee Sharpe, yang berposisi sama dengan Giggs, pada musim 1990/91. Dengan skuad yang ada saat itu, fans United mulai yakin akan performa Setan Merah dalam meraih trofi pertama mereka sejak musim 1966/67. Setelah performa buruk pada paruh pertama musim (peringkat 10 dari 22 klub), Fergie mendatangkan pemain baru pada Januari 1993, Eric Cantona (yang menjuarai Liga Inggris musim sebelumnya bersama rival United, Leeds United) sebesar £1.2 Juta.

Penampilan Cantona bersama Mark Hughes di lini depan dan mental juaranya yang kental, langsung berimbas pada performa United secara keseluruhan yang langsung melejit memuncaki daftar klasemen dengan keunggulan 10 poin dari peringkat 2 Aston Villa dan akhirnya menjadi juara Liga Premier Inggris yang pertama kalinya.

Eric Cantona dan trofi Premier League 1992

Ini juga trofi Liga Inggris yang ke-8 sepanjang sejarah klub dan menjadi trofi Liga pertama untuk Fergie sejak dia datang sebagai manajer United pada 1986. Musim 1993/94, Ferguson memperkuat skuad United dengan mendatangkan gelandang emosional, Roy Keane, dari Nottingham Forest sebesar £3.75 juta sebagai calon pengganti kapten United saat itu, Bryan Robson, yang mulai memasuki masa pensiun.

United langsung memimpin klasemen liga dari awal musim sampai akhir musim 1993/94. Cantona menjadi pencetak gol terbanyak dengan 25 gol. (Walaupun 2 kali terkena kartu merah dalam jangka waktu 5 hari). Fergie juga memimpin United tampil dalam final ajang Piala FA dengan mengalahkan Chelsea 4-0. Ini merupakan gelar double pertama di United setelah dulu pernah mencapai prestasi serupa di Aberdeen.

  • 1993–95: Kemenangan Ganda dan Kekalahan

Musim 1994/95 merupakan ujian berat bagi Fergie, karena Cantona harus absen selama 8 bulan karena menendang seorang suporter Crystal Palace di Selhurst Park, kandang Palace. Selain larangan tampil selama 8 bulan, Cantona juga mendekam di penjara selama 12 hari dan harus menjalankan tugas sosial selama 120 jam.

Untuk mengisi posisi Cantona, maka United mentransfer Andy Cole dari Newcastle United sebesar £7 juta plus Keith Gillespie untuk Newcastle. Selain itu musim ini juga menjadi musim debut para pemain muda dari skuat 1992 yang menjuarai Piala FA Junior: Paul Scholes, Gary Neville, Nicky Butt dan David Beckham setelah sebelumnya Ryan Giggs (yang berpromosi dari skuat 92) telah mendapat tempat reguler dalam tim inti United.

Namun United gagal mempertahankan gelar juara setelah imbang 1-1 melawan West Ham United pada pertandingan terakhir musim itu. Fergie juga gagal dalam final Piala FA dari Everton 1-0. Musim berikutnya (1995/96), Fergie mengejutkan para fans dengan melepas beberapa pemain inti United. Paul Ince di transfer ke Inter Milan sebesar £7.5 juta, diikuti oleh Mark Hughes yang dilepas ke Chelsea sebesar £1.5 juta dan terakhir Andrei Kanchelskis ke Everton.

Pertandingan pertama United membuat dugaan media dan fans mereka seperti terbukti, kalah oleh Aston Villa 3-1, United dicap “tidak akan memenangkan apapun dengan skuat belia”. Para pemain belia itu menunjukkan bukti sebaliknya dengan memenangkan 5 pertandingan berturut-turut, termasuk membalaskan dendam kepada Everton, 3-2 setelah gagal dalam final Piala FA dan menang 2-1 atas juara bertahan yang terpuruk di dasar klasemen, Blackburn Rovers.

Pada Desember 1995, kembalinya Cantona memperbaiki performa United di liga, dimana mereka tertinggal 10 poin dari kandidat juara, Newcastle United. Sampai pada Januari 1996 jarak poin itu pun mengecil dengan hanya selisih 1 poin saja setelah Setan Merah menang pada pertandingan tandang 1-0 melawan sesama kandidat juara, Newcastle. Pada akhir musim pasukan belia United sukses meraih gelar juara Liga Inggris setelah menuntaskan perlawan Middlesbrough yang dimanajeri mantan kapten United, Bryan Robson 3-0.

Fergie juga meraih gelar Piala FA mengalahkan Liverpool 1–0, lewat gol Cantona. Musim 1996/97 Fergie mendatangkan seorang penyerang belia dari Norwegia, Ole Gunnar Solskjaer yang akhirnya secara mengejutkan menjadi top skorer klub pada akhir musim serta seorang bek bernama Ronny Johnsen.

Ole Gunnar Solskjaer

Awal musim dimulai lewat penampilan impresif gelandang kanan dari United, David Beckham, yang memakai kostum no. 10 milik Mark Hughes, lewat gol dari tengah lapangan melawan Wimbledon. United menang 2-0. Setan Merah kembali berhasil meraih gelar juara Liga Premier Inggris ke-4 mereka dalam lima musim, menegaskan dominasi United dalam ajang Liga Premier Inggris.

Dalam pertandingan di kancah Liga Champions, mereka berhasil mencapai semifinal sebelum dikalahkan oleh wakil Jerman, Borussia Dortmund yang akhirnya menjadi juara pada musim itu. Pada akhir musim ini, Eric Cantona, kapten United saat itu, mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pemain dengan alasan sudah kehilangan motivasi dan gairah dalam bermain sepak bola.

Berbagai media menjadikan berita mundurnya Cantona sebagai headline

Jabatan sebagai kapten United saat itu dialihkan kepada gelandang emosional, Roy Keane sementara kiper Peter Schmeichel sebagai wakil kapten. Nomor kostum 7 milik Cantona diserahkan kepada David Beckham yang saat itu mulai menanjak performa dan popularitasnya bersama United.

  • The Treble

Mengawali musim 1997/98 dengan skuad belia yang makin matang, Fergie menambah kedalaman skuad dengan mentransfer penyerang Inggris, Teddy Sheringham, yang memakai kostum no 10 milik Beckham, untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Cantona dan bek Henning Berg dari Norwegia. Musim ini berakhir dengan kegagalan bagi United dalam semua ajang.

Teddy Sheringham

Pada musim panas 1998, Fergie kembali mentransfer seorang penyerang, Dwight Yorke dari Aston Villa, bek tangguh dari Belanda, Jaap Stam dan winger serba bisa Jesper Blomqvist dengan total nilai transfer mencapai hampir £30 juta. Dengan kedalaman skuad, Setan Merah mencapai kesuksesan mereka pada musim ini dengan raihan 3 trofi juara dalam semusim (dikenal dengan nama “The Treble”) lewat beberapa pertandingan yang menguras emosi Fergie.

Pertama adalah saat United berhadapan dengan Juventus di semifinal Liga Champion. Menit-menit awal merupakan mimpi buruk bagi United ketika Juve unggul 2-0, namun lewat penampilan heroik sang kapten United, Roy Keane, Setan Merah berhasil membalikkan keadaan dengan unggul 3-2 dan melaju ke final pertama mereka di ajang Liga Champion sejak tahun 1968. Keane sendiri, bersama Paul Scholes, gagal tampil dalam laga final melawan Bayern München.

Ryan Giggs mencetak gol sensasional penutup laga

Pada ajang semifinal Piala FA, Keane dikartu merah saat melawan rival domestik United, Arsenal, dan menyebabkan penalti pada menit-menit akhir laga. Peter Schmeichel kemudian tampil sebagai pahlawan dengan menghadang penalti tersebut dan Ryan Giggs mencetak gol sensasional penutup laga setelah sendirian dia mendribel bola melewati lima pemain Arsenal.

United kemudian memenangkan final Piala FA setelah mengalahkan Newcastle United lewat gol Sheringham dan Scholes, 2-0. Sebelum Final Piala FA, Fergie telah memastikan diri sebagai Juara Liga Inggris. Laga final Liga Champion diawali lewat gol Bayern München pada menit-menit awal. Pada saat turun minum, Fergie memompa semangat skuadnya dan memasukkan dua penyerang, Sheringham dan Solskjaer, untuk mengejar ketinggalan dari Bayern.

Manchester United juara Liga Champions 1999

Pilihan Fergie terbukti jitu, saat laga memasuki 3 menit tambahan (injury time), Beckham melambungkan bola dari sepak pojok yang kemudian disambar oleh Teddy Sheringham, 1-1. Bayern yang dalam tekanan hebat dari United kembali terkena sepak pojok, yang kembali diambil oleh Beckham. Bola lambung dari Beckham kali ini diarahkan ke mulut gawang Bayern yang dijaga oleh Oliver Kahn, yang tidak mengantisipasi pergerakan Solskjaer di depan gawangnya. Umpan itu pun disontek pelan oleh Solskjaer ke dalam gawang Bayern sehingga membalikkan keadaan menjadi 2-1 pada menit tambahan ke-3.

Pita merah-hitam yang melambangkan warna seragam Bayern, yang telah melilit Piala Liga Champion pun diganti oleh warna merah-putih, warna kebesaran Manchester United. Pada akhir musim, Alex Ferguson dianugerahi gelar kebangsawanan Inggris, namanya pun resmi menjadi Sir Alex Ferguson. Musim ini juga menjadi musim terakhir bagi Peter Schmeichel di United, ia memilih pindah ke klub liga Portugal, Sporting Lisbon. Fergie kemudian mengambil Mark Bosnich dari Aston Villa untuk menggantikan posisi Schmeichel.

Pada musim 1999/00 dominasi United bersama Fergie semakin terlihat di klasemen akhir Liga Inggris, di mana Setan Merah unggul jauh atas rival mereka dengan 18 poin. Pada Desember 1999, United meraih trofi Piala Toyota mereka yang pertama dalam sejarah klub dengan mengalahkan Palmeiras di final.

Manchester United juara Piala Toyota

iggs keluar sebagai pemain United pertama yang meraih gelar pemain terbaik di Piala Toyota

Giggs keluar sebagai pemain United pertama yang meraih gelar pemain terbaik pada ajang ini. Kepiwaian Fergie dalam mengembangkan United sebagai merek global tutur mendongkrak performa klub pada ajang kompetisi. Hal ini membuat United menjadi magnet bagi pesepak bola terbaik dunia untuk bergabung di Old Trafford. Pada akhir musim, Fergie mendatangkan Ruud van Nistelrooy dari PSV Eindhoven seharga £18 juta, rekor pembelian pemain bagi klub Inggris saat itu, namun karena cedera, maka United menunda kedatangan Nistelrooy setahun berikutnya.

Fabien Barthez juga didatangkan dari AS Monaco senilai £7.8 juta, menjadikannya sebagai kiper termahal dunia saat itu. Barthez menggantikan posisi Bosnich dan Massimo Taibi sebagai kiper yang tampil buruk sepanjang musim. Musim 2000/01 diakhiri United dengan raihan Liga Premier Inggris untuk yang ketiga kalinya secara beruntun.

Ruud van Nistelrooy

Juan Sebastián Verón

Fergie jelas menjadi figur penting dalam raihan trofi United selama tiga musim terakhir. Namun, performa United pada Liga Champion menemui kegagalan setelah kalah pada perempat final oleh Real Madrid pada musim 1999/00 dan Bayern München pada musim 2000/01. Pada akhir musim 2000/01, United mentransfer Juan Sebastián Verón dari Lazio senilai £28.1 juta. Verón menjadi pemain termahal yang pernah dibeli oleh Fergie saat itu.Dia bergabung bersama dengan van Nistelrooy yang telah sembuh dari cederanya tahun lalu.

  • Membangun Kembali dan Transisi

Awal musim 2001/02 diwarnai dengan penjualan kontroversial bek Jaap Stam ke Lazio seharga £16 juta, yang mana membuat keseimbangan skuat Fergie terganggu. Absennya Stam di lini belakang United tidak mampu ditutupi oleh bek United lainnya dan keputusan ini pun disesali kemudian oleh Ferguson yang kerepotan mencari suksesor sang bek.

Performa United menukik tajam dengan menempati peringkat 9 pada paruh musim. Performa United membaik seiring bergabungnya bek tua (36 tahun) Laurent Blanc dari Inter Milan pada Januari 2002 dan United pun menang dalam 8 laga Liga sehingga melaju ke peringkat atas Klasemen Liga. Namun, hasil tersebut hanya bisa membawa United berakhir di peringkat 3 klasemen. Musim ini pun seharusnya menjadi musim terakhir Fergie menangani United karena faktor usia dan penurunan prestasi.

Laurent Blanc

Namun, Fergie membatalkan niatnya untuk mundur dan tetap menangani United untuk 3 tahun ke depan. Pada akhir musim, Fergie mencetak rekor pembeliannya selama menangani United dengan merekrut bek Tim Nasional Inggris Rio Ferdinand sebesar £30 juta dari rival mereka Leeds United dan menjadikannya sebagai bek termahal dunia saat itu.

Rio Ferdinand

Ferguson juga menunjuk Carlos Queiroz sebagai asisten manajer bagi United. Hasilnya terlihat pada musim 2002/03 di mana United berhasil menjadi juara liga, di mana dua bulan sebelum liga mereka tertinggal 8 angka dari kandidat juara Arsenal. Namun, lewat penampilan tak terkalahkan sejak Desember, United berhasil meraih trofi juara Liga Inggris. Fergie sendiri sangat puas atas raihan trofi juara 2002/03 ini, karena kritikan tajam kepada Fergie sebelum awal musim dituduh telah kehilangan ambisi dalam menangani United.

Pada akhir musim ini, Fergie secara mengejutkan melepas gelandang kanan United David Beckham ke klub Spanyol, Real Madrid sebesar 35 juta Euro, menyusul insiden di mana Fergie, yang sedang mengamuk pada istirahat babak pertama ketika United berjumpa Arsenal dalam ajang Piala FA, secara tak sengaja menendang sepatu sehingga melukai pelipis kiri Beckham.

David Beckham

Untuk mengisi posisi Beckham, Fergie secara tak terduga mentransfer seorang anak muda berbakat dari Sporting Lisbon, Cristiano Ronaldo sebesar £12.24 juta. Menjadikannya orang Portugal pertama yang bermain untuk United. Dia juga diberikan seragam no 7 yang dulu dipakai oleh para legenda klub, seperti Beckham, Cantona, dan George Best.

Cristiano Ronaldo

Bulan Januari Fergie kembali mendatangkan penyerang Louis Saha untuk menggantikan posisi Solskjaer yang cedera. Musim itu berakhir dengan kegagalan United pada Liga Inggris dengan menempati posisi 3 klasemen akhir. Pada ajang Liga Champion, United juga mengalami kegagalan di tangan FC Porto yang saat itu ditangani oleh Jose Mourinho. Pada akhir musim itu, Fergie berhasil mentransfer bintang muda Inggris, Wayne Rooney dari Everton senilai £20 juta.

Wayne Rooney

Rooney menjadi target transfer sejumlah klub besar Eropa, tapi Fergie berhasil meyakinkan Rooney untuk bergabung bersamanya di United. Tapi, absennya penyerang utama Van Nistelrooy membuat Setan Merah finish di peringkat tiga selama tiga tahun beruntun. Pada akhir musim ini, Malcolm Glazer berhasil menguasai saham mayoritas dari Manchester United. Hal ini mengundang gelombang protes dari para fans United yang khawatir biaya transfer pemain untuk United menjadi terbatas.

Pada awal musim ini Fergie, mendatangkan kiper sarat pengalaman Edwin van der Sar dari Fulham dan gelandang serba bisa Park Ji Sung yang ditransfer dari PSV. Musim ini merupakan musim transisi United. Pada November 2005, Roy Keane memutuskan untuk hengkang dari United dan bergabung dengan Glasgow Celtic. Akibatnya, United gagal melaju dari babak play-off Liga Champion. Nemanja Vidić dan Patrice Evra bergabung dengan skuad United pada bulan Januari 2006. Fergie berhasil membawa United menjadi runner-up Liga Inggris di bawah Chelsea.

Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo

Masa depan van Nistelrooy di United menjadi tak menentu, terutama karena Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney yang sudah mendapat tempat utama di skuad Fergie. Pada akhir musim, Van Nistelrooy pindah ke Real Madrid.

  • Liga Champions Eropa Kedua

Awal musim 2006/07 menjadi suatu ujian bagi sisi manajerial Fergie. Cristiano Ronaldo dan Wayne Rooney terlibat perselisihan pada ajang Piala Dunia 2006. Insiden itu membuat rumor soal kepergian Ronaldo dari United makin membesar. Namun, Fergie berhasil membujuknya agar bertahan di United dan mendamaikan kedua orang itu. Keberhasilan Fergie meredam emosi keduanya menjadi bahan bakar utama skuad United dalam menjalani awal musim baru.

Kepergian Roy Keane pada November 2006 membuat Fergie mengincar gelandang Tottenham Hotspur, Michael Carrick. Dan pada awal musim, Carrick resmi bergabung dengan skuad Setan Merah dengan nilai transfer £14 juta. Awal musim berlangsung baik bagi United yang untuk pertama kalinya memenangkan 4 pertandingan liga secara beruntun. Sekali lagi, Fergie membuktikan dirinya sebagai master dalam mendatangkan pemain yang cocok dengan skema permainan yang diinginkan.

Hasil transfer pada Januari 2006 berperan besar atas pencapaian United, mereka membentuk lini belakang solid bersama dengan kiper Edwin van der Sar, Rio Ferdinand, dan kapten Gary Neville. Sementara Carrick menghadirkan stabilitas permainan di lapangan tengah, bahu membahu dengan Ronaldo, Giggs, Park Ji Sung dan Scholes menyokong Rooney di lini depan. Pada akhir musim, United tidak terkejar dan mengamankan gelar juara Liga Inggris.

Alan Smith

Pada ajang Eropa, Fergie mengantarkan United mencapai semifinal dengan mencetak rekor kemenangan atas AS Roma 7-1 pada laga perempat final di Old Trafford. Pada laga semifinal, United kalah dari AC Milan dengan agregat 3-5 setelah unggul 3-2 di Old Trafford. Walaupun begitu, hasil ini merupakan tanda kebangkitan dari Setan Merah setelah beberapa tahun belakangan kalah bersaing dari Arsenal, Liverpool, dan Chelsea.

Awal musim 2007/08, Fergie kembali mendatangkan pemain untuk memperkuat skuadnya. Gelandang bertahan Owen Hargreaves yang sukses bersama tim nasional Inggris di Piala Dunia 2006, sayap serba bisa Nani dari Portugal, gelandang serang Anderson dari Brasil, dan penyerang Carlos Tevez resmi bergabung dengan Fergie di Old Trafford.

Dengan kedalaman skuadnya, Fergie mengincar pencapaian gelar Eropa kedua bersama Setan Merah. Namun, harapan Fergie sepertinya akan terbang seiring dengan performa di bawah standar United yang hanya meraih hasil imbang dalam dua laga awal serta kalah 0-1 dari rival sekota Manchester City. Namun, Fergie berhasil memotivasi skuadnya dan penampilan United sontak berubah drastis menjadi kompetitor dalam meraih gelar juara Liga Inggris bersama Arsenal dan Chelsea.

Cristiano Ronaldo

Musim ini juga merupakan musim terbaik dari Cristiano Ronaldo yang secara luar biasa mencetak 42 gol dalam semua ajang yang diikuti oleh United, meraih trofi Sepatu Emas sebagai top-scorer Eropa, top-scorer Liga Inggris (35 gol), dan menjadi kandidat Pemain Terbaik Dunia FIFA.

Pada akhir musim, Fergie kembali tampil di Final Liga Champion berhadapan dengan Chelsea. Ronaldo membawa United unggul 1-0 pada babak pertama sebelum disamakan oleh Chelsea pada babak kedua. Lewat drama adu penalti, Fergie sukses memenangkan gelar Liga Champion keduanya sepanjang karirnya sebagai manajer.

Manchester United juara Liga Champion 2008

Fergie juga berhasil membawa United meraih trofi Piala Dunia Antarklub yang pertama bagi United. Pada akhir musim ini, Fergie mengumumkan dirinya akan mundur dari jabatan manajer Manchester United pada tahun 2011, sesuatu yang kemudian diralat sendiri dengan mengatakan akan terus menjadi manajer United selama fisiknya masih memungkinkan.

Musim berikutnya, Fergie kembali meraih trofi juara Liga Inggris untuk ke-11 kalinya dan mengantar United menyamai rekor Liverpool yang telah menjuarai Liga Inggris 18 kali. Akhir musim 2008/09 juga menjadi musim terakhir bagi Cristiano Ronaldo yang pindah ke Real Madrid dengan rekor transfer dunia saat itu, £80 juta. Menjadikannya pemain termahal yang pernah dijual Fergie selama karirnya sebagai manajer klub. Musim 2009/10 menghadirkan kekecewaan bagi Fergie di mana dia gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris dan melewati raihan trofi Liverpool.

  • Dua Gelar Liga dan Piala Liga Lainnya

Meski tim memiliki awal yang lambat untuk musim 2008-2009, United memenangkan Liga Premier dan membuat Ferguson menjadi manajer pertama dalam sejarah sepak bola Inggris untuk memenangkan Liga Premier tiga kali berturut-turut sebanyak dua kali.

Ferguson kini memenangkan 11 gelar liga di Manchester United, dan merebut gelar musim 2008-2009 menempatkan mereka sejajar dengan Liverpool sebagai juara liga dengan rekor 18 trofi. United juga memenangkan Piala Liga lewat adu penalti melawan Tottenham Hotspur di Wembley.

United masuk final Liga Champions pada 2009 melawan FC Barcelona pada tanggal 27 Mei 2009. Namun, Red Devilas kalah 2-0 dari tim Catalan. Setelah upacara presentasi, Ferguson mengakui bahwa dia akan tetap di United selama kesehatannya memungkinkan. Dia ingin memenangkan gelar liga lagi. Hal itu akan melampui pencapaian Liverpool.

footyheadlines.com

Pada 2009-2010, Ferguson menjuarai lagi Piala Liga setelah mengalahkan Aston Villa 2-1 dalam final di Wembley pada 28 Februari 2010. Namun, di Liga Champions, United disingkirkan di perempat final oleh Bayern Munich karena kalah gol tandang. Harapan untuk menjuarai Liga Inggris ke-19 gagal karena yang menjadi juara adalah Chelsea.

Pada tanggal 8 Agustus 2010, Ferguson menjuarai Community Shield setelah United mengalahkan Chelsea 3-1 di Wembley. Pada tanggal 19 Desember 2010, Ferguson menjadi manajer terlama menukangi Manchester United dalam sejarah, menyalip rekor Matt Busby selama 24 tahun, 1 bulan, dan 13 hari.

Community Shield 2010

Ferguson mengakhiri musim dengan memenangkan gelar liga ke-12 bersama United atau secara keseluruhan 19 gelar. itu sekaligus melampui raihan Liverpool dengan 18 piala Liga Inggris. Manchester United menghadapi Barcelona lagi pada tanggal 28 Mei 2011 di final Liga Champions pada 2011, final ketiga mereka dalam empat tahun, tapi United kalah 3-1. Analis Alan Hansen menyatakan bahwa dia percaya Ferguson adalah “komponen kunci” dalam keberhasilan United musim itu.

Dengan Edwin van der Sar, Gary Neville, dan Paul Scholes pensiun pada tahun 2011, Ferguson menghabiskan dana besar dengan membeli bek Phil Jones dari Blackburn Rovers dan pemain sayap Ashley Young dari Aston Villa dengan masing-masing seharga £17.000.000, dan kiper David de Gea dari Atletico Madrid senilai £ 19 juta.

David de Gea dan Sir Alex Ferguson

Pada tanggal 2 September 2012, Ferguson melakoni pertandingan liga ke-1.000 bersama United melawan Southampton. United memenangkan pertandingan 3-2 berkat hat-trick Robin Van Persie. Dua minggu kemudian, dia memenangkan pertandingan ke-100 di Liga Champions dengan skor 1-0 atas Galatasaray di Old Trafford.

  • Pensiun

Pada 8 Mei 2013, Ferguson mengumumkan pensiun sebagai manajer pada akhir musim, tapi akan tetap di klub sebagai direktur dan duta klub. The Guardian mengumumkan itu adalah “akhir era”, sementara Presiden UEFA Michel Platini mengatakan bahwa Ferguson adalah “seorang visioner sejati”.

Perdana Menteri Inggris David Cameron menyebut Ferguson sebagai “orang luar biasa dalam sepakbola Inggris”. Mantan pemain Manchester United Paul Ince dan Bryan Robson setuju bahwa Ferguson akan menjadi “orang yang patut diikuti”. Co-chairman Manchester United Joel Glazer mengatakan, “Tekadnya untuk berhasil dan dedikasi untuk klub benar-benar luar biasa.”

Ferguson mengungkapkan bahwa dia sebenarnya sudah memutuskan pensiun lagi pada bulan Desember 2012, tapi dia sangat sulit mengungkapkannya. Pada bulan Januari 2014, Ferguson ditunjuk sebagai UEFA Coaching Ambassador dan pada bulan April 2014 dia menyatakan itu “sebuah kehormatan dan hak istimewa”.

Ferguson juga akan akan mengambil sebuah “posisi mengajar jangka panjang” di Harvard University, di mana dia akan mengajar pada kursus baru berjudul “The Business of Entertainment, Media and Sports”.

Kontroversi

  • Gordon Strachan

Gordon Strachan adalah pemain kunci bagi Ferguson di Aberdeen, tapi hubungan mereka rusak ketika Strachan menandatangani perjanjian dengan klub Jerman Cologne tanpa memberitahu Ferguson. Ferguson mengatakan “Strachan licik, saya tidak pernah membayangkan dia bisa memberikan pukulan seperti itu kepada saya”.

 

Gordon Strachan dan Sir Alex Ferguson

Strachan tidak bergabung dengan Cologne, melainkan pindah ke Manchester United pada musim panas 1984. Strachan menyukai Ron Atkinson karena dinilai memperlakukannya sebagai orang dewasa, tidak seperti Ferguson.

Strachan masih dengan United ketika Ferguson ditunjuk sebagai manajer Red Devils pada bulan November 1986. Ferguson berpikir Strachan tidak bermain untuk United sama dengan ketika di Aberdeen. Dia pun dijual ke Leeds pada tahun 1989.

Strachan menikmati keberhasilan yang signifikan dengan Leeds sebagai pemain veteran, membantu mereka memenangkan Liga Inggris musim 1991-92 dalam perburuan gelar dengan United yang ditangani Ferguson. Dalam bukunya otobiografinya 1999, Ferguson menyatakan bahwa Strachan “tidak bisa dipercaya”.

Strachan bereaksi dalam otobiografinya, My Life in Fottball, dia mengatakan “mengejutkan dan kecewa”. Pada tahun 2006, mereka tampaknya melakukan “genjatan senjata” menjelang pertandingan Liga Champions antara United dan Celtic, tim besutan Strachan.

  • David Beckham

Pada tahun 2003, Ferguson terlibat argumen di ruang ganti dengan David Beckham. Karena frustrasi, Ferguson kemudian menendang sepakbola yang mengenai Beckham. Pelipis kanan Beckam pun robek.

  • Laga Liga Champions

Pada tanggal 5 April 2003, Ferguson mengklaim hasil imbang United di Liga Champions sengaja untuk menguntungkan tim-tim Spanyol dan Italia. UEFA pun mendenda Ferguson 10.000 Swiss franc (£ 4600) karena dinilai menghina mereka.

  • Rock of Gibraltar

Pada tahun 2003, Ferguson menggungat secara hukum pemegang saham terbesar United John Magnier atas hak kepemilikan kuda balap jantan Rock of Gibraltar. Magnier balik menggugat Ferguson dengan mengajukan “Motion to Comply” bagi Ferguson untuk memperkuat klaimnya untuk setengah kepemilikan kuda itu.

Sir Alex dan Rock of Gibraltar

Masalah hukum lebih diperparah dengan permintaan kepada Ferguson untuk menjawab “99 pertanyaan, termasuk soal transfer Jaap Stam, Juan Verón, Tim Howard, David Bellion, Cristiano Ronaldo, dan Kleberson. Kasus ini akhirnya diselesaikan di luar pengadilan.

  • BBC

Ferguson menolak untuk memberikan wawancara kepada BBC setelah film dokumenter mereka menyebut Fergie sebagai “Son” di BBC Three pada tanggal 27 Mei 2004. Menurut sebuah artikel di surat kabar The Independent, film dokumenter itu menggambarkan “putranya yang menjadi agen, Jason, sebagai seseorang yang mengesploitasi pengaruh dan posisi ayahnya untuk tujuannya sendiri di pasar transfer.”

BBC

Artikel surat kabar yang sama menegaskan bahwa “Ferguson Jnr” tidak pernah dinyatakan melakukan kesalahan. Fergie pun berkata: “Mereka (BBC) membuat cerita tentang anak saya yang seluruhnya tidak masuk akal. Semuanya omong kosong dan segala barang di ‘kertas kantong cokelat’. Itu adalah serangan mengerikan bagi kehormatan anak saya dan dia seharusnya tidak pernah dituduh seperti itu.”

BBC director general Mark Thompson

Wawancara berikutnya pada program BBC seperti Match of the Day dilakukan oleh asistennya Carlos Queiroz dan kemudian Mike Phelan. Berdasarkan aturan Premiership baru untuk musim 2010-2011, Ferguson diminta untuk mengakhiri boikot BBC-nya pada 25 Agustus 2011. Namun, dia menolak untuk mengakhiri boikot dan Manchester United menegaskan klub akan membayar denda untuk itu.

Ferguson bertemu dengan direktur umum BBC Mark Thompson dan Direktur BBC Utara Peter Salmon; hasil pertemuan tersebut adalah Ferguson setuju untuk mengakhiri boikot tujuh tahun tersebut.

  • Memanggil Kembali Pemain yang Dipinjamkan

Menyusul pemecatan anaknya, Darren Ferguson, oleh Preston North End, Ferguson segera bertindak untuk pemain United seperti Ritchie De Laet, Joshua King, dan Matty James yang dipinjamkan ke klub itu. Dia pun menarik kembali mereka semua.

Sir Alex Ferguson dan Darren Ferguson

Dia kemudian menjelaskan bahwa itu adalah permintaan para pemain sendiri untuk tidak kembali ke Preston setelah perubahan manajer. Manajer Stoke City Tony Pulis juga menarik mantan pemain Manchester United yang dipinjamkan ke Preston dengan alasan membutuhkan tenaga mereka.

  • Wasit

Ferguson telah menerima berbagai hukuman karena mengkritik wasit atau ofisial pertandingan.

20 Oktober 2003: Larangan mendampingi tim dalam dua pertandingan dan denda £ 10.000 karena dinilai melontarkan kata-kata melecehkan dan menghina terhadap ofisial keempat Jeff Winter.

Sir Alex Ferguson dan Jeff Winter

14 Desember 2007: Dua larangan pertandingan dan denda £5.000 setelah menggunakan kata-kata kasar dan/atau menghina terhadap Mark Clattenburg.

Sir Alex dan Mark Clattenburg

18 November 2008: Dua larangan pertandingan dan denda £10.000 setelah bersitegang dengan Mike Dean setelah pertandingan.

Sir Alex dan Mike Dean

12 November 2009: Empat larangan pertandingan (dua ditangguhkan) dan denda £20.000 untuk komentar tentang kebugaran wasit Alan Wiley.

Sir Alex dan Alan Wiley

16 Maret 2011: Lima larangan pertandingan (tiga ditambah dua ditangguhkan) dan denda £30.000 untuk komentar mempertanyakan kinerja dan kewajaran Martin Atkinson.

Martin Atkinson

Ini juga menyangkut kebiasaan Ferguson mengkritik wasit yang dinilai mengintimidasi untuk meminta tambahan waktu yang dikenal dengan “Fergie Time”. Pada tahun 2004, analisis statistik oleh The Times menunjukkan bahwa hal itu mungkin valid. Artikel menunjukkan bahwa United sering diberi tambahan waktu lebih banyak saat tim masih tertinggal.

Analisis olehOpta Sports tentang pertandingan Premier League antara 2010 dan 2012 menemukan, United rata-rata mendapat tambahn 79 detik lebih banyak saat tim masih tertinggal. Ini adalah angka yang lebih besar dari klub-klub top lainnya, meskipun sebagian besar klub ini tampaknya mendapatkan keuntungan dari efek “Fergie Time”, khususnya di pertandingan kandang mereka.

  • Warisan

Banyak mantan pemain Ferguson yang kemudian menjadi manajer sepak bola, termasuk Tony Fitzpatrick, Alex McLeish, Gordon Strachan, Mark McGhee, Willie Miller, Neale Cooper, Bryan Gunn, Eric Black, Billy Stark, Bryan Robson, Steve Bruce, Mark Hughes, Roy Keane, Paul Ince, Chris Casper, Darren Ferguson, Ole Gunnar Solskjær, Henning Berg, dan yang terakhir Gary Neville.

Patung Sir Alex Ferguson di sisi Sir Alex Ferguson Stand

Ungkapan “squeaky-bum time” yang diciptakan oleh Ferguson mengacu pada laga akhir kompetisi yang tegang dimasukkan dalam Collins English Dictionary dan Oxford English Dictionary.

Sebuah patung perunggu Ferguson, yang dirancang oleh pematung Skotlandia Philip Jackson, diresmikan di luar Old Trafford pada 23 November 2012. Pada 14 Oktober 2013, Ferguson menghadiri upacara di mana jalan dekat di Old Trafford diganti namanya dari Water’s Reach menjadi Sir Alex Ferguson Way.

  • Kehidupan Pribadi

Ferguson tinggal di Wilmslow, Cheshire, bersama istrinya, Cathy Ferguson. Mereka menikah pada tahun 1966 dan memiliki tiga anak. Mark (lahir 1968); dan si kembar Darren (lahir 1972), mantan manajer Peterborough United dan mantan pemain sepak bola profesional; sert Jason, yang menjalankan sebuah perusahaan manajemen acara.

Sir Alex dan Cathy Ferguson

Pada tahun 1998, Ferguson masuk dalam daftar penyumbang dana terbesar untuk Partai Buruh. Dia adalah seorang sosialis dan menjadi loyalis Partai Buruh. Pada bulan Januari 2011, Graham Stringer, seorang anggota parlemen Partai Buruh di Manchester dan fans Manchester United, menyerukan Ferguson harus diberi kehormatan House of Lords. Jika terwujud, itu adalah gelar pertama yang diberikan dalam sejarah sepak bola.

Stringer dan Perdana Menteri Manchester (yang juga dari Partai Buruh) Paul Goggins mengulangi seruan ini setelah Ferguson mengumumkan pensiun pada Mei 2013. Namun, sumber tanpa nama di surat kabar Daily Mirror mengklaim pada tanggal 1 Agustus 2013 bahwa Ferguson telah menolak gelar kebangsawanan.

Sir Alex Ferguson dan Alastair Campbell

Pada tahun 2009, Ferguson menerima gelar doktor di bidang Administrasi Bisnis dari Manchester Metropolitan University. Itu adalah gelar kedua yang dia terima dari universitas, setelah menerima master kehormatan pada tahun 1998.

Ferguson telah menjadi pendukung vokal dan penyandang dana kampanye untuk semua pihak dan non-partai Better Together yang mendukung Skotlandia berpisah dengan Inggris setelah referendum kemerdekaan pada 2014. Dia mengkritik Partai Nasional Skotlandia dan pemimpinnya Alex Salmond untuk mengucilkan warga Skotlandia yang tinggal di luar Skotlandia.

Prestasi

  • Pemain
  1. St. Johnstone
    Scottish Football League Division 2 (2nd tier) (1): 1962–63
  2. Falkirk
    Scottish Football League Division 2 (2nd tier) (1): 1969–70
  • Manajer

Ferguson dilantik perdana dalam English Football Hall of Fame pada tahun 2002 sebagai pengakuan atas kontribusinya pada sepak bola Inggris sebagai manajer. Pada tahun 2003, Ferguson menjadi penerima perdana FA Coaching Diploma, diberikan kepada semua pelatih yang memiliki pengalaman minimal sepuluh tahun menjadi manajer atau pelatih kepala.

Sir Alex Ferguson dan Stewart Milne dalam seremoni penghargaan English Football Hall of Fame

Dia adalah Wakil Presiden National Football Museum di Manchester dan anggota Komite Eksekutif League Managers Association. Pada 5 November 2011, Old Trafford North Stand secara resmi berganti nama menjadi Sir Alex Ferguson Stanfd untuk menghormati 25 tahun sebagai manajer Manchester United.

Selain menjadi satu-satunya manajer yang memenangkan penghargaan liga top, dan ‘Double’, untuk utara dan selatan dari perbatasan Inggris-Skotlandia (memenangkan Liga Premier dengan Manchester United dan Divisi Premier Skotlandia dengan Aberdeen), dia juga menjadi manajer terakhir yang memenangkan kejuaraan Skotlandia dengan tim Old Firm, mencapai ini di musim 1984-1985 dengan Aberdeen. Dia juga satu-satunya manajer dalam sepak bola Inggris yang telah berhasil finis di posisi tiga besar liga dalam 20 musim berturut-turut, sejak musim 1991-1992 (dengan total 22 musim berturut-turut).

Ferguson memenangkan 49 piala sebagai manajer, membuatnya menjadi manajer sepak bola Inggris yang paling sukses dalam sejarah. Dia juga menjadi manajer paling dihiasi di kompetisi sepakbola Eropa dengan tujuh penghargaan, catatan itu sama dengan Giovanni Trapattoni dan Carlo Ancelotti.

Ferguson mencatatkan rekor memenangkan 13 gelar divisi teratas di Inggris, dua kali lebih banyak dari manajer tersukses lain. Dia juga manajer pertama dalam sejarah liga Inggris untuk memenangkan tiga gelar liga berturut-turut sebanyak dua kali. Ferguson memenangkan 10 kali Manager of the Year Awards, 27 kali Manager of the Month Awards melakoni pertandingan terbanyak di Liga Champions.

St. Mirren
  • Scottish First Division (1): 1976–77
Aberdeen
  • Scottish Premier Division (3): 1979–80, 1983–84, 1984–85
  • Scottish Cup (4): 1981–82, 1982–83, 1983–84, 1985–86
  • Scottish League Cup (1): 1985–86
  • Drybrough Cup (1): 1980
  • UEFA Cup Winners’ Cup (1): 1982–83
  • UEFA Super Cup (1): 1983
Manchester United
  • Premier League (13): 1992–93, 1993–94, 1995–96, 1996–97, 1998–99, 1999–2000, 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2010–11, 2012–13
  • FA Cup (5): 1989–90, 1993–94, 1995–96, 1998–99, 2003–04
  • League Cup (4): 1991–92, 2005–06, 2008–09, 2009–10
  • FA Charity/Community Shield (10): 1990 (shared), 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010, 2011
  • UEFA Champions League (2): 1998–99, 2007–08
  • UEFA Cup Winners’ Cup (1): 1990–91
  • UEFA Super Cup (1): 1991
  • Intercontinental Cup (1): 1999
  • FIFA Club World Cup (1): 2008

Individu

  • LMA Manager of the Decade (1): 1990s
  • LMA Manager of the Year (4): 1998–99, 2007–08, 2010–11, 2012–13
  • LMA Special Merit Award (2): 2009, 2011
  • Premier League Manager of the Season (11): 1993–94, 1995–96, 1996–97, 1998–99, 1999–2000, 2002–03, 2006–07, 2007–08, 2008–09, 2010–11, 2012–13
  • Premier League Manager of the Month (27): August 1993, October 1994, February 1996, March 1996, February 1997, October 1997, January 1999, April 1999, August 1999, March 2000, April 2000, February 2001, April 2003, December 2003, February 2005, March 2006, August 2006, October 2006, February 2007, January 2008, March 2008, January 2009, April 2009, September 2009, January 2011, August 2011, October 2012
  • UEFA Manager of the Year (1): 1998–99
  • UEFA Team of the Year (2): 2007, 2008
  • Onze d’Or Coach of the Year (3): 1999, 2007, 2008
  • IFFHS World’s Best Club Coach (2): 1999, 2008
  • IFFHS World’s Best Coach of the 21st Century (1): 2012
  • World Soccer Magazine World Manager of the Year (4): 1993, 1999, 2007, 2008
  • Laureus World Sports Award for Team of the Year (1): 2000
  • BBC Sports Personality of the Year Coach Award (1): 1999
  • BBC Sports Personality Team of the Year Award (1): 1999
  • BBC Sports Personality of the Year Lifetime Achievement Award (1): 2001
  • BBC Sports Personality Diamond Award (1): 2013
  • English Football Hall of Fame (Manager) : 2002
  • Scottish Football Hall of Fame: 2004
  • European Hall of Fame (Manager): 2008
  • FIFA Presidential Award: 2011
  • Premier League 10 Seasons Awards (1992–93 – 2001–02)
    • Manager of the Decade
    • Most Coaching Appearances (392 games)
  • Premier League 20 Seasons Awards (1992–93 – 2011–12)
    • Best Manager
  • FWA Tribute Award: 1996
  • PFA Merit Award: 2007
  • Premier League Merit Award: 2012–13
  • Mussabini Medal: 1999
  • Northwest Football Awards: 2013
    • Manager of the Year

Penghargaan Khusus

  • Officer of the Order of the British Empire (OBE): 1983
  • Commander of the Order of the British Empire (CBE): 1995
  • Knight Bachelor (Kt.): 1999
  • Freedom of the City of Aberdeen: 1999
  • Freedom of the City of Glasgow: 1999
  • Freedom of the City of Manchester: 2000
  • Freedom of the Borough of Trafford: 2013

Berita Terkait Sir Alex Ferguson

  1.  Ternyata Sir Alex Ferguson Pernah Mengirim Surat Cinta untuk Eric “The King” Cantona
  2.  10 Pemain yang Gagal Bersinar di Bawah Sir Alex Ferguson
  3.  8 Filosofi Sir Alex Ferguson hingga Jadi “The Great Leaders”
  4.  “Hairdryer Treatment”, Dari Mulut Bertuah Sir Alex Ferguson hingga Kuda Pacu
  5. 1-lowongan JP 50 Pemain Manchester United yang Bersinar di Bawah Asuhan Sir Alex Ferguson
  6.  ”Mitos” di Balik Permen Karet Sir Alex Ferguson
  7.  Fergie Time: Filosofi Sepak Bola Tak Kenal Menyerah hingga Detik-Detik Terakhir
  8.  11 Hal yang Membuat Fans Lain Membenci Manchester United
  9.  Penerus dan Pembangun Akademi Manchester United
  10.  Inilah Nasib Para Pemain Manchester United di Final Liga Champions 1999 setelah Pensiun
  11.  10 Warisan Sir Alex Ferguson
  12.  50 Quote Terkenal Sir Alex Ferguson

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: