Manajer: Sir Matt Busby (1970–1971)

bbc.co.uk

Busby lahir dari orang tua imigran Lithuania, Alexander dan Nellie Busby, di desa pertambangan Orbiston, Bellshill, North Lanarkshire. Ketika dia lahir, ibu Busby diberi tahu oleh dokter: “Seorang pesepak bola telah datang ke rumah ini hari ini”.

Ayah Busby adalah penambang, tetapi dipanggil untuk melayani dalam Perang Dunia I. Dia terbunuh oleh peluru penembak jitu pada 23 April 1917 dalam Battle of Arras.

Tiga paman Busby tewas di Perancis. Ibu Busby menghidupi sendiri Matt dan tiga saudara perempuannya sampai pernikahannya dengan seorang pria bernama Harry Matthie pada tahun 1919. Busby sering menemani ayahnya ke dalam lubang batu bara. Tetapi, minatnya adalah menjadi pemain sepak bola profesional.

Ibunya mungkin saja membatalkan mimpi-mimpinya ketika dia harus beremigrasi dengan Matt ke Amerika Serikat pada akhir tahun 1920. Namun, Busby ditangguhkan.

Sementara itu, Busby mendapat pekerjaan penuh waktu dan bermain sepak bola paruh waktu untuk Denny Hibs. Dia bermain hanya beberapa pertandingan untuk Denny Hibs. Tidak lama kemudian, dia bergabung dengan Manchester City yang kembali promosi ke Divisi Utama.

Karir Bermain

Klub

Saat berusia 18 tahun, Busby bergabung dengan Manchester City selama satu tahun kontrak senilai 5 pounds per minggu pada 11 Februari 1928. Dalam kontrak itu juga ada kesepakatan, Busby boleh meninggalkan klub di akhir kerja sama jika ingin beremigrasi dengan ibunya ke Amerika.

Busby memutuskan untuk tinggal dan melakukan debut untuk City pada 2 November 1929, lebih dari 18 bulan setelah penandatanganan pertama dengan The Blues. Dalam laga pertamanya, City menang 3-1 di kandang Middlesbrough di Divisi Utama. Dia membuat lebih dari 11 penampilan untuk City musim itu dan mencetak lima gol. Saat itu dia dimainkan sebagai striker.

Selama musim 1930-1931, manajer City Peter Hodge memutuskan bahwa bakat Busby bisa lebih baik jika ditempatkan di lini tengah. Dalam posisi barunya, Busby membangun reputasi sebagai pemain yang cerdas dan penghalau bola tangguh.

Pada tahun 1930, Manchester United membuat penyelidikan tentang transfer Busby ke City. Tetapi, United tidak dapat membayar 150 punds untuk menuntut City. Pada musim 1931-1932, Busby menjadi pemain utama. Dia hanya absen dalam satu pertandingan musim itu.

Pada 1930, Manchester City tampil kuat di Piala FA. Mereka mencapai semifinal pada tahun 1932 dan final pada tahun 1933 sebelum akhirnya memenangkan turnamen itu pada tahun 1934. Namun, di paruh kedua musim 1934-1935, jersey nomor 4 milik Busby dikenakan oleh Jack Percival. Itu menjadi penanda musimnya di City akan segera berakhir.

Busby pun dijual ke Liverpool dengan transfer 8.000 pounds pada tanggal 12 Maret tahun 1936. Selama di City, Busby telah membuat lebih dari 200 penampilan. Busby melakukan debut untuk The Reds hanya dua hari kemudian, pada 14 Maret, di kandang Huddersfield Town. Pertandingan berakhir dengan skor 1-0 untuk tuan rumah. Busby mencetak gol pertama sebulan kemudian pada menit ke-47 dalam laga imbang 2-2 melawan Blackburn Rovers di Ewood Park.

Busby segera mendapatkan nomor 4, merebutnya dari Ted Savage. Dia jarang melewatkan pertandingan selama tiga musim berikutnya. Konsistensi ini membuat Busby dipercaya sebagai kapten Liverpool. Dengan kehadiran Jimmy McDougall dan Tom Bradshaw, Busby menjadi pemimpin di lini tengah yang disebut sebagai duet lini terbaik Liverpool yang pernah ada.

Sir Matt Busby bermain untuk Liverpool FC pada 1934 (liverpoolecho.co.uk)

Bob Paisley bergabung dengan Liverpool dari Bishop Auckland pada tahun 1939. Busby dan Paisley kemudian menjadi sahabat baik hingga sama-sama menjadi manajer. Perang Dunia Kedua tiba segera setelah itu. Busby pun harus mengakhiri permainan. Dia dan staf Liverpool menandatangani kontrak untuk layanan nasional di King’s Liverpool Regiment.

Bob Paisley dan Sir Matt Busby (sport.net)

Busby tetap bermain sepak bola selama perang, membuat tiga penampilan untuk Chelsea. Dia juga ternyata bermain untuk Middlesbrough, Reading, Brentford, Bournemouth & Boscombe Athletic, dan Hibernian.

Internasional

Busby hanya membuat satu penampilan internasional resmi untuk Skotlandia. Dia bermain dalam kekalahan 3-2 dari Wales di British Home Championship di Ninian Park, Cardiff, pada tanggal 4 Oktober 1933. Busby melawan pemain yang kelak menjadi asisten manajernya di Manchester United, Jimmy Murphy yang mewakili Wales.

Matt Busby saat memimpin Skotlandia melawan Inggris (pinterest.com)

Busby juga membuat tujuh penampilan bagi Skotlandia melawan Inggris selama Perang Dunia Kedua, hanya menang sekali, tetapi dianggap tidak resmi. Busby mewakili Scottish League XI dalam pertandingan antar-liga pada tahun 1941, sementara dia adalah seorang pemain tamu Hibernian.

Karir Manajerial

Kedatangan dan Awal Hari di Manchester United

Selama Perang Dunia Kedua, Busby menjabat sebagai pelatih sepak bola di Army Physical Training Corps. Pengalamannya membuat Busby ditawari Liverpool untuk menjadi asisten manajer mereka, George Kay.

Louis Rocca

Namun, pengalaman juga menempa pendapat Busby tentang bagaimana sepakbola harus dimainkan dan diatur. Ketika tahu bahwa dirinya berbeda dengan orang-orang dari dewan Liverpool, ketua Billy McConnell memperbolehkan Busby mencari tantangan lain.

Setelah Manchester United mencoba membeli Busby dari Manchester City pada tahun 1930, dia menjadi teman baik salah satu orang United, Louis Rocca. Sebab, mereka adalah anggota Manchester Catholic Sportsman’s Club.

United membutuhkan seorang manajer untuk mengambil alih posisi sekretaris klub Walter Crickmer setelah perang. Dewan dipanggil pada Desember 1944 untuk memastikan siapa yang mungkin menjadi manajer baru mereka. Mengetahui bahwa Liverpool sudah menawari Busby pekerjaan, Rocca segera menulis surat kepada Busby, ditujukan kepada resimen pasukannya.

Surat itu jelas, merujuk hanya untuk “pekerjaan”. Namun, surat itu jatuh ke tangan yang salah, yaitu pejabat Liverpool.

Joe Mercer, Matt Busby, dan Don Welsh sebagai sersan

Pada bulan Februari 1945, masih berseragam, Busby muncul di Cornbrook Cold Storage, salah satu bisnis ketua United James W. Gibson di Trafford Park, untuk membahas isi surat Rocca. Busby meminta agar dia terlibat langsung dalam pelatihan, memilih tim pada matchdays dan bahkan memilih pemain yang akan dibeli dan dijual tanpa campur tangan direksi klub.

Kontrol penuh manajer seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya di sepak bola Inggris. Tapi, Gibson tidak dalam posisi untuk berdebat. Busby awalnya ditawari kontrak tiga tahun, tapi berhasil mengamankan dirinya hingga lima tahun. Busby menerima setelah diberi penjelasan bahwa membutuhkan waktu lama untuk mennujukkan revolusi yang nyata.

Kontrak tersebut ditandatangani hari itu – 19 Februari 1945. Namun, Busby resmi mengambil alih United pada 1 Oktober. Untuk sementara, dia kembali ke Army Physical Training Corps, di mana tim sepak bola mereka pergi ke Bari, Italia, pada musim semi 1945.

Jimmy Murphy dan Matt Busby (thetimes.co.uk)

Di sana, Busby mengambil sesi pelatihan untuk sebuah tim sepak bola yang terdiri dari bintara yang dipimpin oleh mantan gelandang West Bromwich Albion, Jimmy Murphy. Terkesan dengan keterampilan pidato pria Wales itu, Busby terlibat dalam percakapan dengan Murphy. Dia pun menawarkan pekerjaan pelatih kepala di Manchester United, yang diterima Murphy secara lisan di sana juga, sebelum bergabung dengan klub secara resmi pada awal 1946.

Busby dan Murphy segera membawa United ke posisi runner-up di liga, di belakang Liverpool, pada akhir musim 1946-1947. Manchester United menjadi runner-up di liga pada tahun 1947, 1948, 1949, dan 1951. United juga menjuarai Piala FA pada tahun 1948, sebelum memenangkan kejuaraan liga pada tahun 1952. Itu adalah gelar utama pertama sejak kali terakhir mendapatkannya pada tahun 1911. Selama rentang tahun itu, United sibuk naik turun di Divisi Utama dan Divisi Dua.

Piala FA pada tahun 1948

Juara liga pada tahun 1952

Pada 1952, kapten Johnny Carey mulai semakin tua dan satu set pemain baru harus ditemukan. Busby, yang telah mencapai banyak keberhasilan, diharapkan menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk mendatangkan pemain terkenal.

Namun, Busby mengambil langkah sebaliknya. Dia justru mengganti pemain-pemain tua dengan pemuda berusia 16 dan 17 tahun. Mereka termasuk bek kanan Bill Foulkes, pemain tengah Mark Jones dan Jackie Blanchflower, pemain sayap Albert Scanlon dan David Pegg, serta striker Liam Whelan.

Di antara mereka adalah Duncan Edwards. Dia dinilai oleh banyak pengamat saat itu akan menjadi pemain terbaik Inggris di zamannya. Edwards pun bermain di timnas Inggris saat usianya masih 17 tahun -rekor pemain termuda, yang bertahan hampir 40 tahun.

Johnny Berry, Matt Busby, dan Duncan Edwards pada 1957 (whoateallthepies.tv)

Busby mendatangkan sedikit pemain dari klub lain antara tahun 1951 dan 1957. Contohnya adalah pemain sayap Johnny Berry, striker Tommy Taylor, dan kiper Harry Gregg.

Busby menukangi Great Britain di Olimpiade 1948. Tim itu mencapai semifinal, namun kalah 3-1 dari Yugoslavia.

Old Trafford

Pada tahun 1956, hanya setelah United memenangkan gelar liga lagi, Busby ditawari peran manajerial oleh Real Madrid. Presiden Real Madrid pada saat itu mengatakan kepadanya bahwa peran itu “like managing paradise” (seperti mengelola surga). Busby merespons dengan menolak pekerjaan dan menambahkan: “Manchester is my heaven” (Manchester adalah surga saya).

Busby Babes dan Tragedi Munich

Selama periode ini, tim mengambil julukan Busby Babes karena dia memainkan banyak sekali pemain muda. Mereka menjuarai liga pada tahun 1956 dan 1957, dan menjadi runner-up di Piala FA 1957 setelah kalah dari Aston Villa di final. Tim dengan mayoritas pemain muda ini sangat sukses sehingga striker Tommy Taylor dan kiper Harry Gregg menjadi pemain utama United hampir lima tahun.

Busby dan timnya memulai musim 1957-1958 dengan penuh ambisi untuk merengkuh gelar Football League, Piala FA, dan Piala Eropa (sekarang Liga Champions). Dalam perjalanan pulang dari pertandingan Piala Eropa melawan Red Star Belgrade pada tanggal 6 Februari 1958, pesawat mereka jatuh di landasan pacu di Munich-Riem Airport. Tujuh pemain dan tiga ofisial klub -termasuk 21 orang di antara tewas di lokasi kejadian. Duncan Edwards meninggal akibat luka-lukanya dua minggu kemudian sebagai korban tewas akhir yang mencapai 23 orang. Sementara dua pemain lainnya mengalami luka parah sehingga mereka tidak pernah bermain sepak bola lagi. Busby mengalami beberapa luka-luka dan dua kali menerima upacara terakhir, tapi dia pulih dari cedera dan meninggalkan rumah sakit setelah sembilan minggu.

Busby tidak menyadari begitu tragisnya tragedi Munich sampai sekitar tiga minggu setelah kecelakaan. Dokter merasa Busby tidak cukup kuat untuk mengetahui kebenaran sampai saatnya tiba. Beberapa waktu sekitar akhir Februari, dia bertanya kepada seorang biarawan Franciscian di rumah sakit soal kondisi Duncan Edwards. Biarawan itu merasa bukan tugasnya menjawab bahwa Edwards telah meninggal. Istrinya, Jean, kemudian harus memberitahu Busby bahwa hampir semua pemain dan pejabat meninggal.

Busby dilaporkan mengatakan kepada istrinya bahwa dia merasa seperti berhenti dari pekerjaannya sebagai manajer. Sebab, dia merasa bersalah atas kejadian itu. Busby telah melawan keinginan pejabat Football League yang tidak mengizinkan Manchester United berpartisipasi di Piala Eropa, dan merasa tidak mampu menahan pilot pesawat untuk lepas landas di salju yang berat. Jean kemudian mendesaknya untuk melanjutkan tugasnya untuk menghormati para pemain yang telah meninggal.

Matt Busby

Busby juga harus menghadapi siksaan Johnny Berry (yang harus pensiun dini karena luka berat dalam kecelakaan itu). Busby juga mengeluh bahwa Tommy Taylor adalah teman yang buruk karena tidak mengunjungi Berry di rumah sakit. Sang manajer tidak menyadari bahwa Taylor juga telah tewas. Untuk sementara, Busby diminta untuk tidak memberi tahu Berry soal kematian Taylor dan bagi Busby itu sangat sulit.

Selama Busby di rumah sakit dan memulihkan kondisi, United ditangani asistennya, Jimmy Murphy, yang pada saat kecelakaan itu menemani tim Wales ke Brasil. Busby hadir pada penampilan perdana United setelah kecelakaan di Piala FA tiga bulan kemudian di Wembley. Karena tim tidak utuh, United kalah dari Bolton Wanderers. Setelah sembuh, Busby melanjutkan tugas manajerial secara penuh untuk musim berikutnya.

Busby telah ditunjuk sebagai manajer Skotlandia sebelum bencana Munich. Dawson Walker mengambil alih tim selama Piala Dunia 1958 sebagai gantinya. Setelah pulih dari cedera, Busby berhasil membawa Skotlandia memenangi dua pertandingan akhir tahun itu melawan Wales dan Irlandia Utara. Busby memberikan debut kepada Denis Law -striker 18 tahun yang saat itu bermain di Huddersfield Town- di timnas Skotlandia. Busby menyatakan minat mengontrak Law untuk United saat itu, meskipun manajer belum berhasil.

Pasca Tragedi Munich

Setelah kecelakaan itu, Busby membangun tim baru dengan fondasi sedikit pemain yang selamat dalam tragedi Munich. Termasuk Harry Gregg, Bobby Charlton, dan Bill Foulkes. Dia juga membawa pemain dari klub lain -termasuk David Herd, Albert Quixall, dan Denis Law. Striker Irlandia Utara, George Best, dipantau untuk Manchester United oleh Bob Bishop dan dikontrak oleh kepala pencari bakat Joe Armstrong.

George Best (independent.co.uk)

Busby berhasil membangun kembali United, dengan membimbing tim menang 3-1 atas Leicester City di final Piala FA 1963. United kemudian juara liga pada tahun 1965 dan sekali lagi pada tahun 1967. Namun, pada hari terakhir musim 1967-1968, gelar harus direlakan untuk direbut rival sekota, Manchester City.

Kejayaan di Eropa dan Pensiun

Keberhasilan terbesar dalam karir Busby datang pada 29 Mei 1968 ketika United menjuarai Piala Eropa. Dia pensiun sebagai manajer pada akhir musim berikutnya, setelah sebelumnya mengumumkan niatnya untuk pensiun pada 14 Januari 1969.

Setelah pensiun, Busby tetap di klub sebagai direktur. Tugas manajerial diemban Wilf McGuinness. Ketika McGuinness dipecat pada bulan Desember 1970, Busby kembali bertugas sebentar sebagai manajer, tapi tidak pernah ada pernyataan tentang menjadi manajer permanen. Posisi manajer kemudian diberikan kepada Frank O’Farrell pada Juni 1971 setelah United tidak berhasil mendekati Jock Stein dan Don Revie.

Sir Matt Busby dan trofi Piala Eropa (Liga Champions)

Busby menjadi direktur klub selama 11 tahun, sebelum menjadi presiden pada tahun 1980. Busby dianugerahi CBE pada tahun 1958 dan gelar Piala Eropa menyusul pada tahun 1968. Dia kemudian mendapat gelar Knight Commander of St Gregory dari Paus pada tahun 1972.

Beberapa Tahun Kemudian dan Kematian

Matt Busby mengalami stroke ringan pada bulan Juli 1980 di usia 71 tahun, tapi cepat pulih. Segera setelah itu, sang istri Jean menderita sakit Alzheimer. Dia meninggal pada usia 80 tahun pada bulan Desember 1988 di sebuah panti jompo Manchester. Mereka telah menikah selama 58 tahun.

Upacara penghormatan diadakan di Old Trafford pada bulan Agustus 1991. Di mana Manchester United menampilkan generasi baru pemain bintang termasuk Mark Hughes dan Steve Bruce yang saat itu bermain untuk Republic of Ireland XI. Hasilnya adalah imbang 1-1.

Penghormatan terakhir untuk Sir Matt Busby

Matt Busby adalah subjek dalam acara This Is Your Life pada dua kesempatan, pada bulan Januari 1958 (sebulan sebelum tragedi Munich), ketika dia dikejutkan oleh Eamonn Andrews di BBC Studios di Manchester. Dan pada bulan Mei 1971, Busby menjadi subjek kali kedua dalam This Is Your Life sebagai penghormatan. Pada kesempatan ini, Andrews mengejutkannya menjelang pertandingan terakhirnya memimpin Manchester United dalam pertandingan derby melawan Manchester City di Maine Road.

Busby juga disebut bersama B.B. King dan Doris Day, dalam lagu Beatles, Dig It, di album Let It Be yang dirilis pada tahun 1970.

Busby meninggal karena kanker dalam usia 84 tahun pada Januari 1994 di Alexandra Hospital di Cheadle, Stockport, Greater Manchester. Dia dimakamkan di Southern Cemetery, Manchester, bersama istrinya, Jean. Temannya pemilik arena balap, Willie Satinoff yang juga meninggal dalam kecelakaan udara Munich, dimakamkan di pemakaman yang sama. Dua hari setelah kematian Busby, mengheningkan cipta selama satu menit diadakan pada awal pertandingan kandang United melawan Everton di Liga Premier. United mengakhiri musim itu sebagai juara ganda, meraih gelar liga dan Piala FA.

Pada tahun 1999, dalam musim Treble (juara Premier League, Piala FA dan Piala Eropa), Manchester United menjuarai Piala Eropa tepat pada hari ulang tahun ke-90 Sir Matt Busby. Kemudian, pada tahun 2008, United menjuarai Liga Champions lagi tepat 50 tahun setelah tragedi Munich yang hampir membunuh Busby, dan 40 tahun sejak kemenangan Busby bersama Busby Babes yang baru di Piala Eropa pada tahun 1968. Saat itu, United mengalahkan Benfica 4-1.

Sehari setelah ulang tahun ke-100 kelahiran Busby, Manchester United bermain melawan Barcelona di final Liga Champions 2009, sayang Setan Merah kalah 2-0. Busby dilantik sebagai English Football Hall of Fame pada tahun 2002 sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa untuk sepak bola Inggris.

Pusat olahraga di Bellshill, tempat kelahiran Busby, diganti menggunakan namanya. Itu dibuka untuk umum pada tahun 1995.

Trofi Sir Matt Busby Shield

Pada tanggal 6 September 2009, Sir Matt Busby Shield diperebutkan oleh Manchester United Reserves dan Motherwell. Kompetisi itu diadakan di Fir Park, dua mil dari tempat kelahiran Busby, untuk menandai ulang tahun ke-100-nya. Motherwell menang 1-0.

Anaknya, Sandy Busby, meninggal pada tanggal 15 September 2014. Hampir sembilan bulan kemudian, putri Sandy, Sheena, meninggal. Sheena telah menikah dengan mantan pemain Manchester United, Don Gibson, selama 59 tahun. Busby total memiliki tujuh cucu, semua perempuan.

Penggambaran di Film dan Televisi

Busby diperankan oleh aktor Dougray Scott dalam film televisi tahun 2011 berjudul “United”, yang mengisahkan keberhasilan Busby Babes dan kecelakaan udara Munich, serta pembangunan kembali tim dengan Jimmy Murphy ketika Busby pulih dari cedera.

Film United. Busby mengenakan mantel cokelat.

Anak Busby, Sandy, mengatakan kepada BBC News bahwa dia merasa “jijik” dengan film itu. Dia menunjukkan bahwa karakter Busby, meskipun menjadi “manajer olahraga” sepak bola pertama di sepak bola Inggris, tidak pernah terlihat di dalam olahraga sepanjang film, bahkan digambarkan mengenakan mantel unta dan topi fedora.

Brian Cox memerankan Busby yang lebih tua (dan Charlie Cook memerankan Busby muda dalam kilas balik ke 1958) di film tahun 2013, “Believe”. Dalam set tahun 1984, Busby mengambil manajemen tim anak-anak masuk dalam kompetisi piala lokal. (coi)

Profil Sir Matt Busby

Full name Alexander Matthew Busby
Date of birth 26 May 1909
Place of birth Orbiston, Bellshill, Scotland
Date of death 20 January 1994 (aged 84)
Place of death Cheadle, Stockport, England
Playing position Right half
Inside forward
Youth career
1928 Denny Hibs
Senior career*
Years Team Apps (Gls)
1928–1936 Manchester City 204 (11)
1936–1941 Liverpool 115 (3)
1941–1943 → Hibernian (guest) 0 (0)
Total 319 (14)
National team
1933 Scotland 1 (0)
1941 Scottish League XI 1 (0)
Teams managed
1945–1969 Manchester United
1948 Great Britain
1958 Scotland
1970–1971 Manchester United
* Senior club appearances and goals counted for the domestic league only.

† Appearances (goals)

Gelar

Pemain

Manchester City
  • FA Cup (1): 1933–34

Manajer

Manchester United
  • First Division (5): 1951–52, 1955–56, 1956–57, 1964–65, 1966–67
  • FA Cup (2): 1947–48, 1962–63
  • FA Charity Shield (5): 1952, 1956, 1957, 1965 (shared), 1967 (shared)
  • European Cup (1): 1967–68

Individu

  • PFA Merit Award: 1980
  • English Football Hall of Fame (Manager): 2002
  • European Hall of Fame (Manager): 2008

Penghargaan Khusus

  • Commander of the Most Excellent Order of the British Empire (CBE): 1958
  • Knight Bachelor: 1968
  • Knight Commander of the Order of St. Gregory the Great (KCSG): 1972

Statistik Karir

Pemain

Club Season League Cup Charity Shield Total
Apps Goals Apps Goals Apps Goals Apps Goals
Man City 1928–29 0 0 0 0 0 0 0 0
1929–30 11 3 1 2 0 0 12 5
1930–31 20 0 1 0 0 0 21 0
1931–32 41 1 5 0 0 0 46 1
1932–33 39 1 7 1 0 0 46 2
1933–34 39 4 8 0 0 0 47 4
1934–35 35 1 1 0 1 0 37 1
1935–36 19 1 1 0 0 0 20 1
Total 204 11 24 3 1 0 229 14
Liverpool 1935–36 11 1 0 0 0 0 11 1
1936–37 29 1 1 0 0 0 30 1
1937–38 33 0 3 0 0 0 36 0
1938–39 42 1 3 0 0 0 45 1
Total 115 3 7 0 0 0 122 3
Career total 319 14 31 3 1 0 351 17

Manajer

Team From To Record
G W D L GF GA Win %
Man United 1 October 1945 4 June 1969 1,120 565 263 292 2,286 1,536 50.451
Great Britain July 1948 August 1948 4 2 0 2 9 11 50.00
Scotland September 1958 December 1958 6 1 2 3 7 12 16.67
Man United 29 December 1970 8 June 1971 21 11 3 7 38 30 52.38
Total 1,151 579 268 304 2,340 1,589 50.30

1Tidak termasuk laga yang ditangani Jimmy Murphy setelah Busby menderita luka dalam tragedi Munich.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: