Rahasia Kantin Manchester United: Berbatov Penyendiri, Evra Suka Daging Domba, Roti Melayang, Hampir Bunuh Orang, dan Aturan Keras Louis van Gaal saat ini…

1aa copy

CARRINGTON – Meski zaman berubah dengan renovasi bangunan, perubahan suasana, pemain bintang yang datang silih berganti, mobil supercepat, dan pemain bergaji miliaran rupiah, ada satu ruangan di Aon Training Complex yang tetap mempertahankan ”rasa Mancunian”.

Menaiki tangga melalui pintu masuk utama, ada kantin dengan 100 kursi. Tempat ini menjadi saksi bisu berbagai kejadian aneh yang dilakukan para pemain Setan Merah. Bangunan kantin MU tampak sangat sederhana. Hanya terdapat bangku dan meja yang terbuat dari kayu dan lampu tempel mungil. Kantin ini sama sekali tak bisa menggambarkan gemerlap para pemain Setan Merah.

Meski sederhana, tempat ini memiliki peran penting bagi Setan Merah. Bayangkan saja jika tak ada kantin ini, bagaimana para pemain Setan Merah bisa berlatih maksimal dengan perut yang keroncongan?

Kantin ini juga menjadi saksi tiga rezim kepemimpinan MU sejak dibuka pada tahun 2000, yakni Sir Alex Ferguson, David Moyes, dan Louis van Gaal. Berbagai pergantian peraturan sudah terjadi di kantin ini sejak dibuka pada tahun 2000.

Revolusi Kantin ala Sir Alex

  • Hanya Lemon dan Roti

Sukses di lapangan bola ternyata tak melulu urusan taktik dan strategi permainan, tapi bisa juga dari hal sederhana seperti lemon dan madu. Pelatih paling sukses dalam sejarah Manchester United, Sir Alex Ferguson, membuktikannya.

’’Ketika saya mulai melatih, yang pertama saya lakukan adalah memberi mereka (pemain) dua iris lemon, roti, dan madu. Mereka menjadi gila,’’ kata Fergie kepada The Sun, 25 Mei 2012.

Fergie memulai debutnya sebagai pelatih di Manchester United pada 1986. Saat pertama kali menjejakkan kaki di Old Trafford, hatinya miris. Kondisi fisik para pemain saat itu benar-benar menyedihkan. Dia juga mengelus dada melihat pemain andalan Manchester United ketika itu, Norman Whiteside, Paul McGrath, dan Bryan Robson, ternyata hobi menenggak minuman keras.

Manchester United’s Carrington canteen, pictured here in 2000.

Tak mengherankan jika debut pertamanya melawan klub underdog, Oxford United, berakhir dengan kekalahan memalukan 2-0. Pertandingan berikutnya, dia juga hanya ditahan imbang tanpa gol oleh Norwich City.

Fergie, alih-alih mencari strategi permainan untuk mendongkrak penampilan tim, justru melakukan revolusi kantin. Gebrakan yang memuat banyak orang, termasuk pemain, saat itu mengerutkan kening.

Dia, misalnya, mengganti jatah makan pemain yang tadinya berupa steak menjadi hanya madu, lemon, dan roti. Fergie juga menerapkan aturan ketat soal minuman keras. Baginya, skill sehebat apa pun akan percuma kalau pemain hanya bisa tampil selama 15 menit lalu kehabisan napas.

’’Saat saya menjadi pemain, mereka memberi kami steak dan pie (ini tidak bagus). Maka, setelah saya menjadi pelatih, saya menggantinya dengan dua iris lemon, roti panggang, dan madu,’’ katanya. ’’Sebab apa yang mereka makan sebelum pertandingan sama pentingnya dengan apa yang terjadi selama pertandingan.’’

Ryan Giggs (kiri) dan Sir Alex Ferguson (Getty Images)

Revolusi kantin yang dilakukannya perlahan menunjukkan hasil positif. Pada pertandingan ketiganya bersama Manchester United, yakni 22 November 1986, dia sukses menekuk Queens Park Rangers 1–0 di Old Trafford.

Tak hanya itu, dia juga berhasil membawa Setan Merah menekuk Liverpool di Stadion Anfield. Ini menjadi kemenangan pertama United di kandang lawan. Liverpool saat itu adalah klub Inggris yang paling dominan sekaligus rival abadi The Red Devils.

  • Harus Pakai Bahasa Sopan saat Pesan Makanan

Ketika Rio Ferdinand datang ke Old Trafford pada 2002, dia memesan makanan di kantin dengan logat Peckham (London Tenggara) yang terdengar kasar. Sir Alex Ferguson pun marah dan langsung memintanya untuk berbicara secara sopan.

Semasa Ferguson berkuasa, semua staf dan pemain United makan bersama di ruangan yang sama. Mulai dari Cristiano Ronaldo sampai penjaga pintu markas klub.

Di rezim Ferguson, satu orang pemain MU juga hanya mendapatkan satu jatah sarapan masakan matang setiap seminggu sekali.

  • Meski Galak, Fergie Juga Usil

Meski terkenal keras dan galak soal aturan, bukan berarti Fergie tidak pernah bercanda. Bahkan, sang manajer kerap usil dan mengerjai para pemain dan staf di tempat latihan. Ambil contoh ketika Fergie mengunci pintu ruang gym dari luar.

manutd.com

Begitu bel tanda istirahat untuk makan ke kantin berbunyi, para pemain dan staf pun bingung. Mereka panik. Sebab, Fergie menerapkan aturan denda bagi siapa pun yang telat datang ke kantin. Mereka pun mencari jalan alternatif di belakang gedung dan mulai muncul di kantin satu per satu dengan wajah tegang.

Fergie juga pernah menyelinap ke belakang kantin untuk mengagetkan para staf di kantin. Fergie meneriakkan sebagaimana dia melakukan hairdryer treatment kepada para pemain yang bermain buruk. Para staf pun terkejut hingga melemparkan makanan yang ada di tangan mereka.

  • Perpisahan Mengharukan Sir Alex di Kantin

kingstonian.net

Pada 2013, setelah menyampaikan salam perpisahan kepada para pemain dan staf pelatih, Sir Alex Ferguson menuju tangga ke kantin untuk terakhir kali.

Mereka yang hadir mengatakan bahwa para staf kantin meneteskan air mata. Wajar karena mereka sudah bekerja dengan sang manajer sekitar 27 tahun. Mereka juga bisa tertawa lepas bersama pemain dan staf lain saat makan di kantin. Setelah kepergian manajer, mungkin suasana kantin akan berubah.

Ketika David Moyes Datang

  • Hapus Menu Cemilan

Sebagai The Chosen One untuk menggantikan Sir Alex Ferguson yang pensiun, karir David Moyes di Old Trafford terbilang sangat singkat. Namun, selama waktu itu, dia membuat perubahan yang tidak banyak diketahui orang. Apa itu? Para pemain dilarang makan camilan.

David Moyes bahwa menghapuskan daftar menu camilan dari kantin tempat latihan United. Dia khawatir camilan bisa mengganggu kondisi fisik para pemainnya.

David Moyes (Getty Images)

’’Ya, saya melarang camilan,’’ ujar Moyes kepada Four Four Two. ’’Itu karena beberapa pemain kelebihan berat badan dan saya pikir camilan tidak bagus untuk diet mereka,’’ tegasnya.

Pekerjaan Moyes di United tidak bertahan lama. Dari yang awalnya dikontrak untuk enam tahun, dia hanya bertahan di Old Trafford tidak lebih dari setahun sebelum posisinya dilimpahkan kepada karetaker Ryan Giggs.

Secara spesifik, camilan yang dilarang Moyes adalah kentang goreng. Padahal, di era Sir Alex sebagaimana dikatakan Four Four Two, kentang goreng dengan lemak rendah menjadi salah satu menu yang boleh dimakan para pemain. Aturan tersebut pun ditentang poros halang Rio Ferdinand.

Era Superketat Van Gaal

  • Dikurangi Porsi Makan jika Terlambat Makan Siang

Sebagai penerus ’’warisan’’ dari Sir Alex yang telah memimpin United hampir 27 tahun, disipin dan tepat waktu masih menjadi aturan yang tidak boleh dilanggar di era Louis Van Gaal. Termasuk untuk urusan datang ke kantin sekalipun.

Van Gaal tak segan menghukum pemain yang telat datang untuk makan bersama di kantin. Meskipun telat Cuma satu menit! Marouane Fellaini mengatakan bahwa sang manajer pernah menghukum para pemain yang datang satu menit lebih lama dari jadwal yang sudah ditetapkan saat makan siang.

’’Van Gaal marah ketika sekelompok pemain yang berjumlah 10 orang datang terlambat saat makan siang setelah sesi latihan,’’ ujar Fellaini seperti dilansir Mirror.

Louis Van Gaal (Getty Images)

’’Anda pikir satu menit tidak berarti apa-apa karena ini bukan latihan. Namun itu adalah waktu makan siang dan Van Gaal berpikir itu adalah sebuah hal yang penting,’’ tambah pemain Belgia berambut kribo tersebut.

Hukuman bagi pemain yang tidak disebutkan oleh Fellaini tersebut terbilang unik. Van Gaal mengurangi jatah makanan bagi siapa saja yang datang terlambat ke agenda makan bersama di kantin AON Training Complex.

’’Dia mengurangi jatah makanan sebagai denda bagi yang datang terlambat. Seperti halnya jika Anda melakukan sebuah pelanggaran yang buruk, wasit akan memberi kartu merah,’’ kata Fellaini.

  • Aturan Antre saat Sarapan

Van Gaal juga punya aturan sendiri saat makan pagi atau sarapan. Syarat itu mencegah para pemain mengantre makanan sebelum sang manajer mengambil sarapan dan kembali ke mejanya.

mirror.ko.uk

’’Saya pikir peraturan itu tidak normal. Mungkin itu cara agar ia dihormati para pemain, tapi masih banyak cara lain untuk mendapat respek tersebut,’’ ujar Louis Saha mantan striker United. ’’Peraturan ini kuno dan sebagai pemain mungkin saya tak suka diperlakukan sebagai bayi seperti itu,’’ lanjutnya.

  • Memisahkan Ruang Pemain dan Staf

Demi kenyamanan, pelatih asal Belanda ini juga merombak tempat makan di kantin. Sekarang, tempat makan pemain dan staf dipisah. ’’Ruang tersebut terasa seperti keluarga,’’ kata salah seorang sumber. ’’Semua orang merasa seperti mereka berada di rumah bersama-sama.’’

  • Suasana Bahagia Kantin di Era Sir Alex Berubah

Kekhawatiran para staf kantin setelah kepergian Sir Alex mulai terbukti. Kebahagiaan mereka dan hangatnya suasana kantin sedikit berubah setelah kedatangan Van Gaal.

’’Jangan salah paham. Orang masih suka tertawa, tapi tidak seperti dulu,’’ kata orang dalam.

Meski perubahan, satu hal tetap terjaga. ’’Perempuan yang bekerja di sana masih sama,’’ tambah sumber itu. ’’Jika ada satu saja yang keluar dari barisan itu, mereka akan cepat tahu.’’

Hal-Hal Unik yang Terjadi di Kantin Manchester United

 Lemparan makanan di Carrington memang jarang terjadi. Tetapi, ada satu momen di mana Wayne Rooney tak bisa menahan amarahnya.

Ceritanya, Rooney meninggalkan telur orak-arik di meja. Ketika dia kembali, telur itu sudah ditutupi yoghurt dan segala macam. Roonye pun berang. Dia langsung melemparkan roti, botol plastik, dan kue krumpet.

’’Saya pikir itu Jonny Evans dan Darren Fletcher (yang mengusili Rooney, Red,’’ kata seorang sumber.

metro.ko.uk

 Saat datang pada 2014, van Gaal mengganti meja kantin dari lurus menjadi lingkaran. Sehingga, makin ada interaksi antar para pemain.

 Ada pula pemain yang selalu menyantap makanannya sendiri. Dia adalah Dimitar Berbatov. Pemain Bulgaria itu bukanlah orang yang pandai bersosialisasi dan biasanya dia memakan pasta sendirian.

 Pernah ada pemain yang membuat geger kantin pada pertengahan tahun 2000. Dia mencoba mengambil sepotong roti dari pemanggang roti dengan pisau logam. Beruntung, staf dan para pemain mencegahnya sebelum sang pemain meregang nyawa karena tersetrum. Pemain itu diduga kecewa karena karirnya di United mandek dan berusaha mengakhiri hidupnya.

 Kejadian horor juga menimpa sekretaris klub Ken Ramsden. Kakinya tersandung kursi, jatuh hingga sikunya retak.

 Saat Natal, seluruh kursi kantin dibalik, dan selurub staf sibuk di dapur untuk menyiapkan makanan.

 Saat Natal juga, dilaksanakan acara pantomim tahunan di kantin. Di sini, pemain akademi berperan sebagai orang memparodikan pemain utama.

Pada 2011, Rooney menjadi bahan lelucon. Dia diejek karena melakukan transplantasi rambut. Seorang pemain muda kemudian mengenakan kaus nomor 10, mengenakan topeng Shrek, dan memakai wig hitam.

Berlagak seperti Rooney, pemain itu memberikan wawancara dan mengatakan bahwa rambut barunya telah mengubah hidupnya.

 Menurut sumber dalam, makanan yang disajikan di kantin United setara dengan restoran terbaik di Manchester United. Namun, para pemain bisa memesan makanan standar semacam ayam, pizza, atau ikan segar.

 Kepala koki Mike adalah tokoh populer dan sering ikut tim dalam laga tandang untuk memastikan kebutuhan makanan pemain dan staf terpenuhi.

 Setiap pemain punya makanan favorit. Patrice Evra merupakan penggila daging domba.

’’Dia seperti sekumpulan rayap ketika ada domba dalam menu. Patrice akan duduk dan menghabiskan makanan itu dalam hitungan detik,’’ ucap salah satu staf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: