Manajer: Louis Van Gaal (2014–2016)

footyfresh.com

Aloysius Paulus Maria “Louis” van Gaal lahir di Amsterdam, Belanda, pada 8 Agustus 1951. Dia memulai karir bermain di klub amatir RKSV ‘De Meer’.

Pada usia 20, Van Gaal bergabung dengan tim kedua Ajax, tapi tidak pernah dipilih untuk bermain di tim pertama, yang pada saat itu ada pemain seperti Johan Cruyff dan Johan Neeskens di posisi lini tengah.

RESMI: Manchester United Pecat Louis van Gaal

Van Gaal (tengah) saat bermain untuk tim kedua Ajax

Van Gaal dipinjamkan ke klub Belgia, Royal Antwerp, di Divisi Pertama. Tim asuhan Guy Thys itu kemudian menjadi runner-up pada tahun 1974 dan 1975. Setelah empat tahun di Belgia, Van Gaal kembali ke tanah airnya dan membuat debut Eredivisie untuk Telstar di bawah bimbingan manajer Mircea Petescu, yang kemudian diikutinya menuju Sparta Rotterdam.

Van Gaal kemudian bergabung dengan AZ Alkmaar, di mana dia juga menjadi asisten pelatih pada tahun 1986. Setelah karir singkat di AZ, dia kembali ke Ajax untuk menjadi asisten Leo Beenhakker. Ketika Beenhakker pergi tahun 1991, Van Gaal mengambil alih sebagai manajer.

FOKUS: Karir Singkat Louis van Gaal dan Quotes Kontroversial

Van Gaal di AZ Alkmaar

Bungsu dari sembilan saudara dan saudari, Van Gaal dibesarkan sebagai seorang Katolik. Ayahnya, seorang salesman, meninggal ketika Van Gaal berusia 11 tahun.

Istri pertama Van Gaal, Fernanda, yang memberinya dua anak perempuan bernama Brenda dan Renate, meninggal karena kanker pankreas pada tahun 1994. Pada tahun 2008, Van Gaal menikah dengan istri yang sekarang, Truus.

Van Gaal dan Truus (blikopnoordwijk.nl)

Pada tanggal 19 Maret 2015, Van Gaal mengungkapkan bahwa dia akan pensiun setelah kontrak di Manchester United berakhir.

Karir Manajer

Ajax (1991-1997)

Van Gaal adalah manajer Ajax dari tahun 1991 sampai 1997 dan memiliki masa yang sangat sukses. Di bawah Van Gaal, Ajax menjadi juara Eredivisie tiga kali pada tahun 1994, 1995 (tak terkalahkan selama musim 1994-1995 di liga dan Liga Champions), dan 1996.

Van Gaal juga memimpin Ajax ke Piala KNVB tahun 1993 dan Piala Johan Cruijff pada tahun 1993, 1994, serta 1995. Di kancah Eropa, Ajax merebut Piala UEFA pada tahun 1992 dan Liga Champions pada tahun 1995 setelah mengalahkan Milan di final. Kemenangan yang terakhir diikuti keunggulan agregat 5-1 atas Real Zaragoza di Piala Super UEFA 1995.

Akhir tahun 1995, Ajax mengalahkan klub Brasil, Grêmio, dalam adu penalti untuk memenangkan Piala Toyota (sebelumnya Intercontinental Cup). Ajax juga menjadi runner-up Liga Champions pada 1996 setelah kalah dari Juventus melalui adu penalti.

Ajax begitu sukses di bawah kepemimpinan Van Gaal selama tahun 1990-an. Tim nasional Belanda pun didominasi pemain Ajax seperti Patrick Kluivert, Marc Overmars, Dennis Bergkamp, Frank dan Ronald de Boer, Edgar Davids, Clarence Seedorf, Winston Bogarde, Michael Reiziger, serta Edwin van der Sar.

Setelah masa kontraknya dengan Ajax selesai pada 1997, Van Gaal menerima gelar ksatria Order of Orange-Nassau.

Barcelona (1997-2000)

Van Gaal pindah ke Barcelona pada tahun 1997, mengambil alih jabatan Bobby Robson, dan membantu tim memenangkan dua gelar liga (1997-1998, 1998-1999) dan satu kali Copa del Rey. Meski berhasil, dia terlibat konflik dengan media dan berada di bawah kritik.

Van Gaal menyatakan bahwa dia sulit menerapkan filosofi sepak bolanya karena budaya di Barcelona berbeda. Dia juga mengatakan beberapa pemain tidak mau mengikuti jejaknya. Ketegangan dengan Rivaldo adalah salah satu contohnya. Van Gaal bersikeras Rivaldo bermain sebagai pemain sayap kiri. Namun, Rivaldo menyatakan bahwa dia ingin bermain di tengah, yang dinilai merusak taktik Van Gaal.

Van Gaal akhirnya meninggalkan Catalan pada tanggal 20 Mei 2000, hari setelah kehilangan gelar liga ke Deportivo de La Coruña.

Van Gaal pun mengucapkan kalimat yang kini menjadi abadi: “Amigos de la prensa. Yo me voy. Felicidades.” (Teman pers. Saya akan berangkat. Selamat.)

Van Gaal kembali ke Belanda untuk mengelola tim nasional Belanda dalam persiapan Piala Dunia 2002.

Timnas Belanda (2000-2002)

Di bawah Van Gaal, Belanda memulai kampanye untuk lolos ke Piala Dunia 2002. Sayangnya, dia gagal membawa belanda lolos. Itu adalah kegagalan pertama Belanda ke Piala Dunia sejak 1986.

Van Gaal mengundurkan diri sebagai manajer pada tanggal 31 Januari 2002 yang akhirnya digantikan Dick Advocaat. Setelah ini, spekulasi mulai muncul bahwa Van Gaal akan menggantikan Sir Alex Ferguson di Manchester United setelah Ferguson mengaku dia akan pensiun tahun itu. Tetapi, Ferguson terus melatih hingga benar-benar pensiun pada tahun 2013.

Kembali ke Barcelona (2002-2003)

Van Gaal kembali ke Barcelona pada awal musim 2002-2003 pada kontrak hingga Juni 2005. Tetapi, hasilnya tidak konsisten. Klub ini menyamai rekor menang sepuluh pertandingan berturut-turut di Liga Champions tetapi harus berjuang di La Liga.

telegraph.co.uk

Setelah empat kemenangan, empat kali imbang, dan tiga kekalahan dari 11 pertandingan pembuka liga, Barcelona kehilangan tiga pertandingan berturut-turut. Dia justru membawa Barcelona turun ke posisi 12 pada 28 Januari 2003. Mereka hanya tiga poin di atas zona degradasi dan 20 poin di belakang pemimpin klasemen Real Sociedad.

Pembelian Van Gaal seperti kiper Robert Enke, gelandang Gaizka Mendieta, dan playmaker Juan Román Riquelme ternyata kecewa. Riquelme dibeli untuk menggantikan Rivaldo yang dilepas dengan status bebas transfer walaupun memiliki satu tahun kontrak tersisa.

Van Gaal dan Rivaldo (socialsports360.com)

Kejatuhan kedua Barcelona dalam dua masa kepelatihan Van Gaal itu membuat Rivaldo berkomentar: “Van Gaal adalah penyebab utama kepergian saya. Saya tidak suka Van Gaal dan saya yakin dia tidak menyukai saya.”

Van Gaal pun menjawab menjual Rivaldo karena kurang memiliki komitmen, ingin menghasilkan banyak uang dan kurang baik dalam bermain. Rivaldo terpilih sebagai pemain terbaik pada tahun 1999, tapi tidak pernah bermain baik setelah itu. Rivaldo bergabung dengan AC Milan dan memenangkan Liga Champions musim 2002-2003.

Kembali ke Ajax (2004)

Pada tahun 2004, Van Gaal kembali ke Ajax sebagai direktur teknis. Tetapi, dia mengundurkan diri pada akhir tahun itu. Sebab, dia terlibat konflik internal dengan Ronald Koeman.

eurosport.com

AZ Alkmaar (2005-2009)

Pada bulan Januari 2005, Van Gaal mengumumkan bahwa dia akan menggantikan Co Adriaanse sebagai manajer AZ pada 1 Juli 2005. Di bawah Van Gaal, AZ finis kedua di Eredivisie musim 2005-2006 dan ketiga musim 2006-2007. Van Gaal juga membawa AZ menjadi runner-up Piala KNVB pada 2006-2007 dan 2007-2008 dan kalah agregat 4-2 di play-off kualifikasi Liga Champions dari Ajax.

Van Gaal awalnya mengumumkan akan meninggalkan AZ pada akhir musim 2007-2008 karena hasil yang mengecewakan, dengan klub finis di posisi 11 klasemen Eredivisie. Namun, ketika beberapa pemain AZ menginginkan manajer bertahan, Van Gaal mengatakan dia akan memberikan pemain kesempatan untuk membuktikan diri.

Louis van Gaal dan Graziano Pelle di AZ Alkmaar

AZ memulai musim 2008-2009 dengan dua kekalahan. Namun, akhirnya mereka memastikan juara liga pada 19 April. Mereka melalui 28 pertandingan tanpa terkalahkan (melebihi rekor musim 1980-1981 dengan 25 pertandingan tak terkalahkan).

Bayern Munich (2009-2011)

Pada tanggal 1 Juli 2009, Van Gaal mengambil alih posisi manajer Bayern Munich. Dia disebut sebagai “mimpi klub”. Pada 28 Agustus 2009, Van Gaal memperkuat timnya dengan membeli Arjen Robben dari Real Madrid.

Van Gaal turun ke awal yang buruk sebagai pelatih Bayern, hanya menang sekali dari empat pertandingan pertamanya. Isu pemecatan langsung merebak. Tapi dia bersikukuh bahwa dirinya dan tim baru membutuhkan waktu.

umaxit.com

Van Gaal memunculkan banyak pemain muda seperti Thomas Müller, Holger Badstuber, dan Bastian Schweinsteiger. Perseteruan dengan striker Italia, Luca Toni, yang telah memainkan peran penting dalam gelar dobel (liga dan piala domestik) Bayern pada 2007-2008 menyebabkan Toni pindah ke Roma.

Pada tanggal 8 Mei 2010, FC Bayern meraih juara Bundesliga dan membuat Van Gaal menjadi pelatih Belanda pertama yang pernah memenangkan gelar Bundesliga. Pada 15 Mei 2010, Bayern memenangkan DFB-Pokal. Van Gaal pun memberikan gelar ganda untuk Bayern.

edition.cnn.com

Di Liga Champions, Bayern menang agregat 4-4 (mencetak gol away) di perempat final melawan Manchester United dan 4-0 agregat melawan Olympique Lyonnais di semifinal. Bayern melawan Inter Milan di final. Inter dilatih mantan asisten Van Gaal, yaitu Jose Mourinho. Bayern kalah 0-2.

Pada 25 Mei 2010, Karl-Heinz Rummenigge menyatakan keinginannya untuk memperpanjang kontrak Van Gaal. Pada akhir musim, Van Gaaldinobatkan sebagai Manager of the Year oleh pemain sepak bola profesional Jerman.

Van Gaal Bayern memulai musim 2010-2011 dengan memenangkan DFL-Supercup, yang resmi kembali setelah absen 14 tahun. Pada 7 Maret 2011, Bayern menyatakan bahwa kontrak Van Gaal dibatalkan setelah akhir musim 2010-2011. Namun, dia malah dipecat pada 10 April 2011 setelah kehilangan tempat ketiga di Bundesliga.

Kembali ke tim nasional Belanda (2012-2014)

Pada tanggal 6 Juli 2012, Van Gaal diperkenalkan sebagai pelatih Belanda yang baru. “Saya senang bahwa KNVB mendekati saya,” kata Van Gaal, yang dibantu oleh Danny Blind dan Patrick Kluivert, bagian skuad Ajax yang sukses pada ahun 1995. “Ini adalah tantangan yang saya tunggu.”

bolamax.com

Dia memimpin Belanda menembus putaran final Piala Dunia 2014. Mereka pun lolos sebagai juara grup di mana dihuni Spanyol, Australia, dan Chile. Menjelang pertandingan terakhir di grup, Van Gaal menuduh FIFA “bermain trik” dalam penjadwalan pertandingan untuk keuntungan tuan rumah Brasil.

Manajer Brasil Luiz Felipe Scolari bereaksi dengan mengatakan “Kik-off diatur FIFA. Beberapa orang menyatakan pandangan bahwa kami bisa memilih tempat di mana bermain. Mereka berkomentar seperti orang bodoh.”

sports.ndtv.com

Belanda kemudian mengalahkan Meksiko 2-1 di babak 16 besar. Selama pertandingan perempat final versus Kosta Rika, Van Gaal membuat keputusan brilian untuk mengganti kiper utama Jasper Cillessen dengan Tim Krul di menit akhir perpanjangan waktu. Keputusan itu terbayar ketika Krul menepis dua tendangan penalti tim lawan dalam adu penalti.

Belanda lolos ke semifinal untuk menghadapi Argentina, yang akhirnya kalah di adu penalti. Masa jabatan Van Gaal sebagai manajer Belanda berakhir pada 12 Juli 2014 ketika Belanda mengalahkan tuan rumah Brasil 3-0 dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia.

Manchester United (2014-2016)

Van Gaal menggantikan David Moyes sebagai manajer baru Manchester United pada 19 Mei 2014. Namun, dia baru resmi menangani Manchester United pada 19 Juli dan pertama memimpin pertandingan pada 24 Juli 2014.

Dia menandatangani kontrak tiga tahun yang berlakunya setelah Piala Dunia 2014. Van Gaal lalu menunjuk Ryan Giggs sebagai asisten manajer, Marcel Bout sebagai asisten pelatih yang juga spesialis pengaturan posisi, dan Frans Hoek sebagai pelatih kiper.

Van Gaal mengaku telah mewarisi skuad United yang “rusak” dan mengatakan akan memberikan kesempatan bermain untuk pemain muda. Ed Woodward mengatakan Van Gaal “terkesan kepada semua orang di sekitar klub” dan ada “sebuah energi positif yang nyata”.

Pemain pertama yang dibeli Van Gaal adalah gelandang Ander Herrera (£ 29 juta) dan bek Luke Shaw (£ 30 juta). Pada tanggal 20 Agustus, bek asal Argentina Marcos Rojo dibeli (€ 20 juta) dari Sporting Lisbon. Pada tanggal 26 Agustus, United membeli pemain sayap Argentina, Ángel Di María, dari Real Madrid pada kontrak lima tahun senilai £59.700.000.

Morgan Schneiderlin, Manager Louis van Gaal, Bastian Schweinsterger and Matteo Darmian (irishmirror.ie)

Transfer Di María menjadi rekor baru untuk pembelian klub Inggris. Total belanja Van Gaal di musim panas mencapai £ 130 juta. Pada hari batas waktu transfer, Van Gaal merekrut Daley Blind dari Ajax (£ 14 juta dan meminjam Radamel Falcao dari Monako (£ 6 juta).

Pada tanggal 24 Juli, Van Gaal melakoni laga pertama sebagai manajer United dengan mengalahkan LA Galaxy 7-0 di laga pra-musim dengan menggunakan formasi 3-5-2. Manchester United memenangkan International Champions Cup 2014 di bawah asuhan Van Gaal setelah mengalahkan Liverpool 3-1 di final pada tanggal 4 Agustus.

International Champions Cup 2014 (irishmirror.ie)

Van Gaal kalah pertama dengan skor 1-2 dari Swansea City di laga pembuka Premier League musim 2014-2015. Pada tanggal 26 Agustus, United kalah 4-0 dari klub Divisi Satu, Milton Keynes Dons, di babak kedua Piala Liga. Van Gaal memenangkan pertandingan kompetitif pertamanya di pertandingan keempat United musim itu, yakni menang 4-0 di kandang atas Queens Park Rangers.

Setelah sepuluh pertandingan liga, United berada di tempat kesembilan dengan 13 poin dan dua kemenangan, awal terburuk United sejak musim 1986-1987 di bawah Ron Atkinson. Mereka juga diterpa cedera, termasuk pemain baru Herrera, Rojo, dan Falcao. Van Gaal bereaksi dengan mengatakan butuh tiga tahun untuk membawa United menjadi klub hebat lagi.

dailystar.co.uk

Pada tanggal 4 Februari 2015, Van Gaal didakwa oleh FA atas komentar yang dibuatnya tentang wasit Chris Foy. Van Gaal mengatakan: “Setiap aspek pertandingan melawan kita – lapangan, wasit”.

Selama laga imbang tanpa gol United melawan Cambridge United, Van Gaal telah dibebaskan dari tuduhan, tapi tetap diingatkan untuk menjaga komentar di masa depan. Dalam musim pertamanya, Van Gaal memimpin Manchester United finis di posisi keempat klasemen. Itu lebih baik tiga tempat dan enam poin dari musim sebelumnya.

telegraph.co.uk

Selama jendela transfer musim panas, Van Gaal memperkuat skuadnya dengan mendatangkan Memphis Depay dari PSV Eindhoven, Matteo Darmian dari Torino, Sergio Romero dari Sampdoria, Morgan Schneiderlin dari Southampton, Bastian Schweinsteiger dari Bayern Munich, dan Anthony Martial dari Monako.

United mengalahkan Club Brugge di babak kualifikasi menuju Liga Champions 2015-2016. Namun, pada babak penyisihan grup pada 8 Desember, United kalah 3-2 dari VfL Wolfsburg. United berada di urutan ketiga di grup dan kemudian turun ke Liga Europa. 

Di Liga Europa, United disingkirkan Liverpool di babak 16 besar. Van Gaal memberikan trofi pertamanya untuk Setan Merah setelah mengalahkan Crystal Palace di final Piala FA, 21 Mei 2016. Ini merupakan trofi pertama dan terakhirnya. Sebab, dua hari setelah memastikan gelar tersebut, Van Gaal resmi dipecat United, tepatnya pada 23 Mei 2016.

Selama 16 Juli 2014 sampai 23 Mei 2016 menjadi bos The Red Devils, Van Gaal memimpin 103 pertandingan. Perinciannya, 54 menang, 25 imbang, dan 24 kalah. Van Gaal rata-rata mencatatkan 52.43 persen kemenangan. Itu menjadi persentase terendah dalam karir manajerialnya. (coi)

Baca Juga:

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: