BATTLE OF OLD TRAFFORD-BATTLE OF THE BUFFET-PIZZAGATE: Sejarah Persaingan Manchester United vs Arsenal

111111

Persaingan antara Manchester United dan Arsenal sangat penting dan sengit dalam sepak bola Inggris. Keduanya diakui sebagai klub dengan sejarah besar dan tradisi dalam perolehan gelar.

Meski kedua klub sering berkompetisi bersama di satu divisi sejak tahun 1919, sebagian besar persaingan muncul sejak sekitar tahun 1990. Banyak bentrokan yang melibatkan United dan Arsenal di akhir 1990-an dan awal 2000-an. Sebab, mereka menjadi saingan sengit untuk memperebutkan Liga Premier dan Piala FA.

Arsenal vs Manchester United

Teams Arsenal
Manchester United
First meeting 13 October 1894
Newton Heath 3–3 Woolwich Arsenal
Latest meeting Manchester United 3–2 Arsenal
(2015–16 Premier League)
28 February 2016
Next meeting TBD
Statistics
Meetings total 223
Most wins Manchester United (94)
Most player appearances Ryan Giggs (50)
Top scorer Wayne Rooney (9)
All-time series Arsenal: 80
Drawn: 49
Manchester United: 94
Largest victory Manchester United 8–2 Arsenal
(2011–12 Premier League)
28 August 2011

Selama periode itu, ada permusuhan terpanjang dalam sejarah Premier League antara kedua manajer, yakni Sir Alex Ferguson (1986-2013) di United dan Arsene Wenger (1996-sekarang) di Arsenal. Begitu juga kapten United Roy Keane dan kapten Arsenal Patrick Vieira. Persaingan kedua klub tercatat sering diwarnai kericuhan, terutama pada tahun 1990, yang berpuncak pada tahun 2003 dan 2004.

Emirates Stadium (kandang baru Arsenal/atas) dan Stadion Highbury yang sudah dipugar (bawah)

Old Trafford (kandang United)

Dalam beberapa tahun terakhir, karena Arsenal yang kurang kompetitif, persaingan menjadi menurun. Hal itu diakui mantan bek Arsenal Lee Dixon. Sementara Sir Alex Ferguson juga menyatakan bahwa kedua tim telah bersikap lebih dingin daripada sebelumnya yang selalu panas.

Origins

Pertandingan yang sangat mengesankan antara United dan Arsenal datang pada 1 Februari 1958, ketika mereka bertemu di liga di Highbury. Ini merupakan pertandingan liga terakhir United sebelum bencana udara Munich lima hari kemudian, yang merenggut nyawa delapan pemain Setan Merah dan dua pemain lagi luka parah hingga tidak bisa bermain lagi.

United memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 5-4. Tommy Taylor mencetak dua gol dan masing-masing satu gol dari Duncan Edwards, Bobby Charlton, dan Dennis Viollet. Lima pemain United yang terlibat dalam pertandingan itu meninggal dalam tragedi Munich. Yakni, bek sekaligus sang kapten Roger Byrne, sayap kanan Eddie Colman, gelandang Mark Jones, sayap kiri Duncan Edwards, dan penyerang tengah Tommy Taylor.

Piala FA pada 12 Mei 1979

Bentrokan tingkat tinggi lain datang lebih dari 20 tahun kemudian, di final Piala FA pada 12 Mei 1979. Kerumunan 100.000 orang menyaksikan Arsenal unggul 2-0 di babak pertama berkat gol Brian Talbot dan Frank Stapleton. Dengan hanya lima menit tersisa, pada menit ke-86 Gordon McQueen membalas satu gol bagi United, dan dua menit kemudian United menyamakan kedudukan lewat gol dari Sammy McIlroy. Namun, hampir satu menit setelah Red Devils menyamakan kedudukan, pemain Arsenal Alan Sunderland mencetak gol di menit ke-89. Arsenal menang 3-2 dan berhak merengkuh piala FA.

Meskipun kedua klub sebelumnya terlibat dalam banyak pertandingan penting, seperti final Piala FA pada 1979, persaingan sesungguhnya pada umumnya dianggap dimulai dengan pertandingan terkenal di Old Trafford pada tanggal 20 Oktober 1990. Keduanya saling mengejar poin di papan Liga Inggris pada musim 1990-1991.

Bryan Robson takes on Arsenal’s David Rocastle

Alex Ferguson telah menyatakan dia percaya bahwa persaingan sebenarnya sudah terjadi sebelumnya, yakni pada bulan Januari 1987 ketika David Rocastle dikartu merah untuk membalas pelanggaran oleh Norman Whiteside.

1989-2009

Pada tanggal 19 Agustus 1989, di awal musim keempat Alex Ferguson sebagai manajer Manchester United (dan belum meraih gelar satu pun), juara bertahan liga Arsenal melakukan perjalanan ke Old Trafford untuk pertandingan pertama liga musim ini. United menang 4-1 dengan gol dari Steve Bruce, Mark Hughes, Brian McClair dan pemain baru Neil Webb. Gol hiburan Arsenal dicetak David Rocastle.

Arsenal mengakhiri musim keempat di Liga Premier dengan 62 poin, terpaut 17 poin dari penantang juara Liverpool. Meskipun United memiliki musim yang mengecewakan di liga, finis di posisi ke-13 (lima poin dan lima tempat dari zona degradasi), mereka mengakhiri musim sebagai juara Piala FA.

Alex Ferguson bergabung ke United tahun 1986

Pada 1990-1991, Arsenal memenangkan gelar liga kedua di bawah manajemen George Graham, hanya kalah sekali dari 38 pertandingan liga musim itu. The Gunners memastikan gelar pada 6 Mei 1991, tepat sebelum kick-off melawan United di Highbury, yang akhirnya mereka menangkan 3-1.

Kepastian itu didapat setelah persaing terdekat mereka, Liverpool, kalah dari Nottingham Forest pada hari sebelumnya. Musim ini sudah melihat dua bentrokan sengit antara United dan Arsenal. Satu terjadi di liga di Old Trafford pada tanggal 20 Oktober. Satu lagi di Piala Liga lebih dari sebulan kemudian.

Lee Sharpe

United dan Arsenal bertanding di Highbury pada babak keempat Piala Liga pada tanggal 28 November 1990. United memenangkan pertandingan 6-2, pemain sayap United yang masih berusia 19 tahun, Lee Sharpe, mencetak hat-trick.

Setelah klub London kedatangan Arsene Wenger pada tahun 1996, United dan Arsenal menjadi rival abadi di Liga Premier. Pada pertandingan pertama di Highbury setelah kedatangan Wenger, striker Arsenal Ian Wright dan kiper United Peter Schmeichel terlibat konfrontasi sengit di lapangan dan di terowongan setelah pertandingan.

Pada bulan April 1997, Ferguson mengomentari pandangan Wenger tentang daftar jadwal pertandingan United dengan mengatakan:

“Wenger tidak tahu apa-apa tentang sepak bola Inggris. Dia di sebuah klub besar – oke, Arsenal disiapkan jadi besar. Dia harus menutup mulutnya, tertutup rapat. Dia pemula dan harus menyimpan pendapatnya untuk sepak bola Jepang.”

United menang empat kali dari lima pertemuan di liga era baru, Premier League, sebelum Arsenal menjuarai liga dan piala ganda di musim penuh pertama Wenger sebagai manajer Arsenal. Musim berikutnya, United meraih Treble, mengalahkan Arsenal satu poin di Premier League, dan di semifinal Piala FA.

United kemudian melakukan back-to-back juara Premier League pada musim 1999-2000 dan 2000-01. Setan Merah pun menjadi tim pertama yang menjuarai liga tiga kali berturut-turut.

Arsenal meraih gelar ganda kedua kali di bawah Wenger pada musim 2001-2002, mengamankan gelar liga dengan mengalahkan United 1-0 di Old Trafford. United memenangkan gelar kembali pada musim 2002-2003, di mana pertemuan keduanya di akhir musim berjalan kontroversial setelah Sol Campbell dikartu merah setelah menyikut Ole Gunnar Solskjær.

Hal lain yang penting dalam persaingan United dan Arsenal adalah selama musim 2003-2004. Selama tahun ini, Arsenal menjuarai Premier League dengan rekor tak terkalahkan. Mereka diberi label sebagai “The Invincibles” dan pertandingan pertama mereka dengan United berakhir imbang 0-0 di Old Trafford. Laga itu dijuluki “Battle of Old Trafford”.

Kapten Arsenal Patrick Vieira diusir pada menit ke-80 setelah dua kali menerima kartu kuning. Kemudian, di menit akhir babak kedua, bek The Gunners Martin Keown melanggar striker United Diego Forlan di kotak penalti. Ruud van Nistelrooy yang menjadi eksekutor gagal mengeksekusi bola. Bola membentur mistar gawang.

Kegagalan itu membuat pemain Arsenal sangat gembira, terutama Martin Keown yang kemudian memprovokasi Van Nistelrooy dengan tindakan berlebihan dan bodoh. Bertahun-tahun setelah kejadian itu, Van Nistelrooy menyebut tindakan Keown memang mencerminkan orang yang memiliki IQ rendah.

Tindakan Keown memicu keributan antara para pemain United dan Arsenal. Akibatnya, empat pemain dari masing-masing klub diberi kartu kuning.
Pertandingan berikutnya tersaji di Highbury yang berakhir imbang 1-1. Pada akhir musim, Arsenal berakhir dengan 90 poin, sementara United selesai dengan 75 poin di posisi ketiga. Bahkan, argumen terkenal dan perkelahian terjadi antara Patrick Vieira dan Roy Keane.

Arsenal melanjutkan untuk memegang rekor 49 pertandingan liga tak terkalahkan, yang berakhir dengan kekalahan kontroversial 2-0 di Old Trafford setelah Wayne Rooney dilanggar di kotak penalti oleh bek Arsenal Campbell. Laga panas itu kemudian disebut “Battle of the Buffet”.

11111111111

United dan Arsenal bertemu lagi lima minggu kemudian di musim 2004-2005 di ajang perempat final Piala Liga di Old Trafford. Meskipun persaingan tidak terlalu sengit, drama-drama di lapangan tetap saja terjadi.

David Bellion membawa United memimpin hanya dalam 19 detik. Di babak kedua, Robin van Persie melakukan pelanggaran terhadap Kieran Richardson yang menyulut perkelahian di antara mereka. Laga itu berakhir dengan skor 1-0.

Dalam pertandingan liga, Keane dan Vieira terlibat perselisihan di terowongan sebelum pertandingan. Mereka sampai harus dipisahkan wasit Graham Poll. Di atas lapangan, Vieira membawa Arsenal memimpin pada menit kedelapan, tetapi United berhasil bangkit dan memenangkan pertandingan dengan skor 4-2.

 

Final Piala FA tahun 2005 antara United dan Arsena adalah pertama kali juara harus ditentukan lewat adu penalti. Arsenal mengalahkan United 5-4 setelah bermain imbang tanpa gol hingga perpanjangan waktu berakhir. Pemain sayap Arsenal José Antonio Reyes menjadi pemain kedua dalam sejarah final Piala FA yang mendapat kartu merah. Dia mendapat kartu kuning kedua menjelang akhir perpanjangan waktu.

Tahun-Tahun Terakhir

Dengan back-to-back gelar Premier League Chelsea pada 2004-2005 dan 2005-2006 di bawah José Mourinho, persaingan United-Arsenal sedikit dingin. Sir Alex Ferguson berkomentar sebelum pertandingan pada 6 Mei 2007 antara Arsenal dan Chelsea bahwa itu adalah pemakuan The Gunners. Saat itu, Arsenal ditahan imbang Chelsea yang merebut gelar dari United. United dan Arsenal bertemu di semifinal Liga Champions musim 2008-2009. United unggul agregat 4-1.

Pada bulan Desember 2010, Sir Alex Ferguson membuat permohonan pribadi kepada fans United untuk tidak lagi menyanyikan “sick” untuk manajer Arsenal Arsene Wenger. Hal itu dianggap memalukan untuk Manchester United. Dalam perburuan gelar Premier League pada Mei 2011, Arsenal memenangkan pertandingan untuk kali pertama melawan United sejak November 2008. Meski demikian, United memenangkan liga, unggul sembilan poin dari Chelsea dan dua belas poin dari Arsenal.

Pada bulan Agustus 2011, Arsenal menderita kekalahan liga terbesar mereka dalam 84 tahun saat kalah 8-2 ​​dari United di Old Trafford. Arsenal tidak pernah kalah di liga dengan marjin tersebut sejak tahun 1927 ketika mereka kalah 7-0 dari West Ham United di Divisi Utama.

Itu juga pertama kali Arsenal kebobolan delapan gol dalam pertandingan sejak 1896. Sebelumnya, The Gunners pernah kalah 8-0 dari klub yang sekarang sudah tidak eksis lagi, Loughborough FC, di Divisi Dua.

Pada bulan Agustus 2012, kapten Arsenal Robin van Persie secara mengejutkan pindah ke Old Trafford setelah menyatakan bahwa dia tidak akan memperpanjang kontraknya dengan Arsenal. Ada spekulasi bahwa dia akan pindah ke klub di luar Inggris, tapi kemudian bergabung ke Setan Merah. Van Persie adalah pemain pertama yang melakukannya sejak Viv Anderson pada tahun 1987.

Ferguson dan Wenger

Tidak sampai kedatangan Wenger pada bulan Oktober 1996, Arsenal kembali menjadi pesaing serius di liga. Pada akhir musim 1996-1997, United mengumpulkan gelar keempat dalam lima musim, sedangkan Arsenal mengakhiri musim di posisi ketiga – posisi tertinggi mereka sejak pembentukan Premier League pada tahun 1992.

Selama musim ini, Wenger mengomentari perubahan aturan perpanjangan jadwal liga: “Salah program ini diperpanjang sehingga Manchester United dapat beristirahat dan memenangkan segalanya.”

Ferguson yang kesal membalas: “Dia tidak memiliki pengalaman sepak bola Inggris. Dia datang ke sini dari Jepang, dan sekarang dia memberi tahu semua orang bagaimana mengatur sepak bola kami. Kecuali Anda telah di situasi dan memiliki pengalaman maka dia harus menutup mulutnya, tertutup rapat.”

Hubungan antara kedua manajer itu jelas mulai memanas. Ferguson mencatat bahwa Wenger adalah satu-satunya manajer yang tidak mau minum bersamanya setelah pertandingan – sebuah “tradisi” sepak bola Inggris. Dalam sebuah wawancara bersama The Times dan Daily Mail pada tahun 2009, Wenger mengatakan kekasarannya keliru karena tidak percaya dan manajer “tidak bisa sepenuhnya ramah dan terbuka”.

Ketika ditanya apakah ini adalah alasan dia menghindari jamuan minum pasca-pertandingan, dia menjawab: “Sebagian besar waktu, ya. Apa yang bisa Anda katakan jika Anda menang? Dan jika Anda kalah dalam semua hal yang ingin Anda lakukan adalah pulang dan bersiap untuk pertandingan berikutnya.”

Pada bulan Januari 2005, Ferguson dan Wenger terlibat dalam perselisihan setelah insiden di terowongan yang dikenal sebagai “Pizzagate”. Ferguson menuduh Wenger menyebut pemain-pemain United “menipu” dan tidak pernah meminta maaf atas perilaku timnya. “Ini memalukan, tapi saya tidak pernah berharap Wenger meminta maaf. Itu bukan tipe orang seperti dia,” kata Ferguson.

Wenger kemudian mengklaim Ferguson bersalah karena membawa permainan ke dalam kehinaan; dia mengatakan kepada wartawan bahwa dia “tidak akan pernah menjawab pertanyaan apa pun tentang orang ini,” tapi melangkah lebih jauh mempertanyakan motif pers: “Apa yang saya tidak mengerti adalah bahwa dia melakukan apa yang dia inginkan dan Anda semua di kakinya.”

Kedua manajer berada di bawah tekanan penyelidikan polisi. Kemudian, Menteri Olahraga Richard Caborn dan Ketua Premier League Richard Scudamore berusaha menghentikan pertengkaran mereka. Ferguson dan Wenger setuju untuk menjaga ucapan masing-masing guna meredakan persaingan. Setahun kemudian, Ferguson mengatakan kekalahan Arsenal sebagai “mengaduk otak Arsene” dan menyebabkan hubungan mereka rusak dalam lima tahun ke depan.

Ferguson dan Wenger akhirnya saling berbalas komentar paling sengit dan pahit dalam sepak bola. Pada tahun 1997, Ferguson menggambarkan Wenger sebagai “pemula” karena mengeluh tentang jadwal liga dan berkomentar soal kemampuan berbahasanya: “Mereka mengatakan dia seorang yang cerdas, kan? Berbicara lima bahasa! Saya punya seorang anak berusia 15 tahun dari Pantai Gading yang berbicara lima bahasa!”

Setelah Arsenal kalah dari United pada bulan Februari 1997 -pertandingan dirusak oleh pertikaian antara Wright dan Schmeichel, Wenger menyebut Ferguson sebagai gangguan: “Saya terkejut melihat Ferguson di lapangan karena Anda hanya bisa memainkan sebelas (orang).”

Ketika Ferguson menegaskan bahwa timnya memainkan sepak bola terbaik di Inggris selama musim 2001-2002, Wenger menyindir: “Semua orang berpikir mereka memiliki istri tercantik di rumah.” Pernyataan implisit yang awalnya dianggap Ferguson sebagai penghinaan terhadap istrinya, Cathy.

Cathy Ferguson

Melihat perseteruan Ferguson dan Wenger, media pun tertarik untuk membaca kepribadian mereka. Mereka bahkan menghadirkan psikolog untuk menganalisisnya. John Kramer, seorang psikolog olahraga, pada tahun 2004 mengatakan bahwa Ferguson dan Wenger menggunakan pertikaian itu dalam rangka untuk bersantai sebelum pertandingan penting. Bagi dia, Ferguson adalah “…master masa lalu dalam hal menciptakan lingkungan untuk menjaga pemainnya tetap lapar” dengan menggunakan penganiayaan kompleks.

Di sisi lain, Wenger berdifusi psikologis dan lebih suka “…memberitahu para pemainnya bahwa mereka hebat dan akan berusaha untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana mereka dapat memamerkan keterampilan mereka tanpa sisa.” Kramer menyimpulkan bahwa komentar kedua manajer “menambah drama”, tapi tidak signifikan dalam pertandingan.

Ferguson dalam otobiografinya mengatakan, titik balik utama dalam hubungannya dengan Wenger adalah setelah semifinal Liga Champions tahun 2009. Manajer Arsenal mengundang pesaingnya itu ke ruang ganti dan mengucapkan selamat kepadanya atas kemenangan United.

Wenger sendiri mencatat, mereka menjadi lebih akur sejak timnya kalah bersaing dengan United untuk piala kompetisi mayor. Pindah ke Emirates Stadium pada tahun 2006 sering disebut sebagai alasan mengapa prestasi Arsenal turun. Sebuah transisi klub antara pemain berpengalaman dan pemain muda yang mulai masuk tim utama juga dijadikan alasan.

Namun, Ferguson menilai perubahan dalam filofosi membuktikan alasan Wenger tidak benar “seperti ingin memadukan mereka (pemain muda) terlalu banyak dengan pemain yang lebih tua;” dia juga merasa tim tidak memiliki keseimbangan yang sangat dibutuhkan antara serangan dan pertahanan.

000ca654 copy

Honours

Team League FA Cup League Cup European Cup/
UEFA Champions League
UEFA Cup/
Europa League
Arsenal 13 12 2 0 0
Manchester United 20 11 4 3 0
Total 33 23 6 3 0
Cup Winners’ Cup Community Shield UEFA Super Cup Intercon-tinental Cup Club World Cup Club total
1 14 0 0 0 42
1 20 1 1 1 62
2 34 1 1 1 104
Update 2 Agustus 2015

Crossing the divide

Arsenal, then Manchester United

Name Pos. Arsenal Manchester United
Scotland David Herd FW 1954–1961 1961–1968
Scotland Ian Ure MF 1963–1969 1969–1971
Scotland George Graham FW 1966–1972 1972–1974
Republic of Ireland Frank Stapleton FW 1971–1981 1981–1987
England Viv Anderson DF 1984–1987 1987–1991
England Andy Cole FW 1989–1992 1995–2001
England Matt Wicks DF 1994–1995 1995–1996
Netherlands Robin van Persie FW 2004–2012 2012–2015

Note: Matthew Wicks tidak pernah bermain di tim senior kedua tim

Manchester United, then Arsenal

Name Pos. Manchester United Arsenal
England Jimmy Rimmer GK 1965–1974 1974–1977
England Brian Kidd FW 1967–1974 1974–1976
Scotland Jim Leighton GK 1988–1991 1991
England David Platt MF 1982–1985 1995–1998
England Matt Wicks DF 1995–1996 1996–1998
France Mikaël Silvestre DF 1999–2008 2008–2010
England Danny Welbeck FW 2008–2014 2014–

Note: David Platt tidak pernah bermain di tim senior United.
000ca654 copy

Results

Premier League

Arsenal vs Manchester United

Date Venue Score Home goalscorers Away goalscorers Attendance
28 November 1992 Highbury 0–1 Hughes 27′ 29,739
22 Maret 1994 Highbury 2–2 Pallister 36′ (o.g.), Merson 78′ Sharpe (2) 10′, 53′ 36,203
26 November 1994 Highbury 0–0 38,301
4 November 1995 Highbury 1–0 Bergkamp 14′ 38,317
19 Februari 1997 Highbury 1–2 Bergkamp 69′ Cole 18′, Solskjær 32′ 38,172
9 November 1997 Highbury 3–2 Anelka 7′, Vieira 27′, Platt 83′ Sheringham (2) 33′, 41′ 38,205
20 September 1998 Highbury 3–0 Adams 13′, Anelka 44′, Ljungberg 84′ 38,142
22 Agustus 1999 Highbury 1–2 Ljungberg 41′ Keane (2) 58′, 88′ 38,147
1 Oktober 2000 Highbury 1–0 Henry 30′ 38,146
25 November 2001 Highbury 3–1 Ljungberg 48′, Henry (2) 80′, 85′ Scholes 14′ 38,174
16 April 2003 Highbury 2–2 Henry (2) 50′, 61′ Van Nistelrooy 23′, Giggs 62′ 38,164
28 Maret 2004 Highbury 1–1 Henry 50′ Saha 86′ 38,184
1 Februari 2005 Highbury 2–4 Vieira 8′, Bergkamp 36′ Giggs 18′, Ronaldo (2) 54′, 58′, O’Shea 89′ 38,164
3 Januari 2006 Highbury 0–0 38,313
21 Januari 2007 Emirates Stadium 2–1 Van Persie 83′, Henry 90′ Rooney 53′ 60,128
3 November 2007 Emirates Stadium 2–2 Fàbregas 48′, Gallas 90′ Gallas 45′ (o.g.), Ronaldo 82′ 60,161
8 November 2008 Emirates Stadium 2–1 Nasri (2) 22′, 48′ Rafael 90′ 60,106
31 Januari 2010 Emirates Stadium 1–3 Vermaelen 80′ Nani 33′, Rooney 37′, Park 52′ 60,091
1 Mei 2011 Emirates Stadium 1–0 Ramsey 56′ 60,107
22 Januari 2012 Emirates Stadium 1–2 Van Persie 71′ Valencia 45′, Welbeck 81′ 60,093
28 April 2013 Emirates Stadium 1–1 Walcott 2′ Van Persie 44′ 60,112
12 Februari 2014 Emirates Stadium 0–0 60,021
22 November 2014 Emirates Stadium 1–2 Giroud 90+5 Gibbs 56′ (o.g.), Rooney 85′ 60,074
4 Oktober 2015 Emirates Stadium 3–0 Sánchez (2) 6′, 19′, Özil 7′ 60,084

Manchester United vs Arsenal

Date Venue Score Home goalscorers Away goalscorers Attendance
24 Maret 1993 Old Trafford 0–0 37,301
19 September 1993 Old Trafford 1–0 Cantona 37′ 44,009
22 Maret 1995 Old Trafford 3–0 Hughes 27′, Sharpe 32′, Kanchelskis 79′ 43,623
20 Maret 1996 Old Trafford 1–0 Cantona 66′ 50,028
16 November 1996 Old Trafford 1–0 Winterburn 63′ (o.g.) 55,210
14 Maret 1998 Old Trafford 0–1 Overmars 79′ 55,174
17 Februari 1999 Old Trafford 1–1 Cole 60′ Anelka 47′ 55,171
24 Januari 2000 Old Trafford 1–1 Sheringham 73′ Ljungberg 11′ 58,293
25 Februari 2001 Old Trafford 6–1 Yorke (3) 3′, 18′, 22′, Keane 26′, Solskjær 38′, Sheringham 90′ Henry 16′ 67,535
8 Mei 2002 Old Trafford 0–1 Wiltord 56′ 67,580
7 Desember 2002 Old Trafford 2–0 Verón 22′, Scholes 73′ 67,650
21 September 2003 Old Trafford 0–0 67,639
24 Oktober 2004 Old Trafford 2–0 Van Nistelrooy 73′ (pen.), Rooney 90′ 67,862
9 April 2006 Old Trafford 2–0 Rooney 54′, Park 78′ 70,908
17 September 2006 Old Trafford 0–1 Adebayor 86′ 75,595
13 April 2008 Old Trafford 2–1 Ronaldo 54′ (pen.), Hargreaves 72′ Adebayor 48′ 75,985
16 Mei 2009 Old Trafford 0–0 75,468
29 Agustus 2009 Old Trafford 2–1 Rooney 59′ (pen.), Diaby 64′ (o.g.) Arshavin 40′ 75,095
13 Desember 2010 Old Trafford 1–0 Park 41′ 75,227
28 Agustus 2011 Old Trafford 8–2 Welbeck 22′, Young (2) 28′, 90′, Rooney (3) 41′, 64′, 82′ (pen.), Nani67′, Park 70′ Walcott 45′, Van Persie74′ 75,448
3 November 2012 Old Trafford 2–1 Van Persie 3′, Evra 67′ Cazorla 90+5′ 75,492
10 November 2013 Old Trafford 1–0 Van Persie 27′ 75,138
17 Mei 2015 Old Trafford 1−1 Herrera 30′ Blackett 82′ (o.g.) 75,323
28 Februari 2016 Old Trafford 3−2 Rashford 29′, 32′, Herrera 65′ Welbeck 40′, Özil 69′ 75,329

Fixture top scorers in the Premier League

Rank Scorer Club Goals
1 England Wayne Rooney Manchester United 9
2 France Thierry Henry Arsenal 8
3 Netherlands Robin van Persie Arsenal, Manchester United 6
4 Sweden Fredrik Ljungberg Arsenal 4
South Korea Park Ji-Sung Manchester United 4
Portugal Cristiano Ronaldo Manchester United 4
England Teddy Sheringham Manchester United 4
8 Netherlands Dennis Bergkamp Arsenal 3
Republic of Ireland Roy Keane Manchester United 3
England Lee Sharpe Manchester United 3
Trinidad and Tobago Dwight Yorke Manchester United 3
England Danny Welbeck Manchester United, Arsenal 3

Other results since 1996

Tgl Stadion Kompetisi Skor Arsenal United Penonton
9-08-1998 Wembley FA Charity Shield 3–0 Overmars ’34
Wreh ’57
Anelka ’72
67,342
11-04-1999 Villa Park FA Cup 0–0 39,217
14-04-1999 Villa Park FA Cup 1–2 Bergkamp ’69 Beckham 17′, Giggs 110′ 30,223
1-08-1999 Wembley FA Charity Shield 2–1 Kanu ’67
Parlour ’78
Yorke 36′ 67,342
5-11-2001 Highbury Football League Cup 4–0 Wiltord ’15, ’31, ’45
Kanu ’66
30,693
15-02-2003 Old Trafford FA Cup 2–0 Edu ’34
Wiltord ’52
67,209
10-08-2003 Millennium FA Community Shield 1–1* Henry ’20 Silvestre 15′ 59,293
3-04-2004 Villa Park FA Cup 0–1 Scholes 32′ 39,939
8-08-2004 Millennium FA Community Shield 3–1 Gilberto ’50
Reyes ’58
Silvestre ’79 (og)
Smith 55′ 63,317
1-12-2004 Old Trafford Football League Cup 0–1 Bellion 1′ 67,103
21-05 2005 Millennium FA Cup *0–0 71,876
16-02-2008 Old Trafford FA Cup 0–4 Rooney 16′, Fletcher 20′, 74′,Nani 38′ 75,550
29-04-2009 Old Trafford UEFA Champions League 0–1 O’Shea 16′ 74,733
5-05-2009 Emirates UEFA Champions League 1–3 Van Persie 76′ (pen.) Park 8′, Ronaldo 11′, 61′ 59,867
12-03-2011 Old Trafford FA Cup 0–2 Fábio 28′, Rooney 49′ 74,693
9-03-2015 Old Trafford FA Cup 2–1 Monreal ’25, Welbeck ’61 Rooney 29′ 74,285
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: