Manajer: Jose Mourinho (2016–*)

Jose Mourinho dilahirkan di Setubal, Portugal, 26 Januari 1963, dengan nama lengkap Jose Mario dos Santos Mourinho Felix. Pada tahun 1989, dia menikah dengan Matilde yang telah dikenalnya sejak masa kanak-kanak. Mereka memiliki dua anak: Matilde dan José Jr.

Mourinho belajar di Universitas Teknik Lisbon dan meraih gelar sarjana dalam bidang ilmu olahraga dengan tesis mengenai metodologi persepakbolaan. Dia dengan cepat beralih profesi mulai dari mengajar, melatih tim junior, hingga menjadi penerjemah Bobby Robson pada 1992 di klub Sporting Lisbon.

Mourinho kemudian menjadi asisten pelatih ketika mengikuti Robson pindah ke Porto pada 1993 dan Barcelona pada 1996. Di klub asal Catalan itu, dia sempat menjabat asisten Louis van Gaal pada 2000. Dia pun banyak belajar tentang gaya kepelatihan kepada manajer asal Belanda yang digantikannya di Manchester United tersebut.

“Salah satu hal paling penting yang saya pelajari dari Bobby Robson adalah, ketika Anda menang, Anda tidak harus menganggap Anda adalah tim. Ketika Anda kalah, Anda tidak harus berpikir Anda adalah sampah,” kata Mourinho tentang Bobby Robson.

Dia dikenal dengan komentar-komentarnya yang sangat tajam dan kontroversial. Saat tiba di Chelsea pada 2004, Mourinho menyebut dirinya sebagai The Special One. Ditambah dengan penampilan yang bergaya “bintang film”, dia kerap menjadi sasaran halaman utama berita dan gosip. Profilnya menjadi salah satu patung lilin di Museum Madame Tussaud di London.

Pada 23 Maret 2009, Mourinho meraih gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Teknik di Lisboa, Portugal. Dia pun dinobatkan sebagai pelatih terbaik dunia oleh FIFA pada 10 Januari 2011 pada Gala Ballon d’Or di Zürich, Swiss.

Mourinho dikenal sebagai pelatih dengan kepribadian yang kuat dan mampu menanamkan mental juara di setiap tim yang ditanganinya. Meski strateginya acapkali dikritik karena memainkan sepak bola negatif, dia adalah jaminan prestasi yang sahih. Tidak jarang, Mourinho disebut “pelatih spesialis piala” karena keberhasilannya merebut empat trofi domestik di empat negara berbeda.

Karir Manajerial

Benfica

Kesempatan menjadi manajer tiba pada bulan September 2000, ketika Mourinho pindah ke Benfica untuk menggantikan manajer Jupp Heynckes. Benfica ingin menunjuk Jesualdo Ferreira sebagai asisten pelatih, tapi Mourinho menolak dan memilih Carlos Mozer, pensiunan bek Benfica, sebagai tangan kanannya.

“Ketika saya berbicara dengan Van Gaal tentang kembali ke Portugal untuk menjadi asisten di Benfica, dia berkata: ‘Tidak, jangan pergi. Beri tahu Benfica, jika mereka ingin pelatih tim pertama, Anda akan pergi. Jika mereka ingin asisten, Anda akan tetap tinggal.”

Mourinho sempat ditawari Robson sebagai asistennya di Newcastle, namun menolak. Mourinho dan Mozer menjadi duet populer saat mengalahkan ricval Sporting Lisbon dengan skor 3-0 pada bulan Desember.

Setelah pergantian presiden klub dari João Vale e Azevedo ke Manuel Vilarinho, Mourinho mengundurkan diri dan meninggalkan klub pada 5 Desember 2000 karena tidak akan diberi kontrak baru setelah kontraknya selesai, setelah hanya sembilan pertandingan liga. Vilarinho kemudian menyesali penilaian buruknya dan menyatakan frustrasi kehilangan Mourinho:

“[Kembalikan saya ke] saat itu [dan] saya akan melakukan hal sebaliknya: Saya akan memperpanjang kontraknya. Saya kemudian menyadari bahwa kepribadian dan kebanggaan seseorang tidak dapat diletakkan sebelum kepentingan lembaga yang kami layani.”

União de Leiria

Mourinho menemukan pos manajerial baru pada bulan Juli 2001 di União de Leiria. Selama di União de Leiria, klub bertarung di peringkat ketiga dan keempat pada bulan Januari. Setelah menang 2-1 melawan Paços de Ferreira pada 27 Januari, Leiria berada di tempat ketiga, unggul satu poin dari runner-up Porto dan tiga poin poin di belakang pimpinan Benfica. keberhasilan Mourinho di União de Leiria tidak diakui dan dia menarik perhatian klub-klub Portugal yang lebih besar.

Porto

Mourinho resmi menjadi makaner Porto pada akhir Januari 2002 untuk menggantikan Octavio Machado. Saat itu, Porto berada di tempat kelima liga (di belakang Sporting, Boavista, Leiria, dan Benfica), tersingkir dari Portuguese Cup, dan berada di posisi terakhir di penyisihan grup kedua Liga Champions.

Mourinho membawa Porto ke tempat ketiga tahun itu setelah 15 laga memuaskan (11 menang, 2 kalah, 2 seri). Dia mulai membangun klub dengan tulang punggung seperti Vitor Baia, Ricardo Carvalho, Costinha, Deco, Dmitri Alenichev, dan Helder Postiga.

Pada tahun 2003, Mourinho memenangkan Primeira Liga pertamanya dengan rekor 27 menang, 5 seri, 2 kalah. Memimpin 11 poin dari Benfica. Mengumpulkan 86 poin dari 102 poin maksimal yang bisa didapat. Mourinho juga memenangkan Taça de Portugal, mengalahkan Leiria di final, dan juara Piala UEFA melawan Celtic pada bulan Mei 2003.

Kesuksesan Mourinho berlanjut di musim 2003-2004: Memimpin Porto juara dalam satu pertandingan Portuguese Super Cup, mengalahkan Leiria 1-0. Lalu, kalah 1-0 dari Milan di Piala Super UEFA.

Porto melanjutkan dominan di Primeira Liga dan menyelesaikan musim dengan rekor sempurna di rumah dan rekor tak terkalahkan sebelum dihentikan Gil Vicente. Porto mengamankan gelar lima minggu sebelum akhir musim. Porto kehilangan Taça de Portugal 2004 setelah kalah dari Benfica bulan Mei 2004.

Tapi, dua minggu kemudian, Mourinho memenangkan hadiah yang lebih besar: Liga Champions, dengan kemenangan 3-0 atas Monaco di Jerman. Mereka menyingkirkan Manchester United, Lyon, dan Deportivo La Coruña. Porto hanya sekali kalah di babak grup dari Real Madrid. Pada leg pertama antara Manchester United dan Porto, manajer United Sir Alex Ferguson bersitegang dengan Mourinho setelah Roy Keane mendapat kartu merah karena menginjak Vitor Baia.

Pada leg kedua di Old Trafford, Porto berada di ambang kekalahan gol tandang sebelum Costinha mencetak gol di 30 detik tersisa untuk memenangkan pertandingan. Mourinho merayakan gol secara kontroversial, berlari ke lapangan dan merayakan gol bersama para pemainnya.

Chelsea

Mourinho diperkenalkan sebagai manajer Chelsea pada tanggal 2 Juni 2004. Pada musim pertamanya (2004-2005), dia berhasil menjadikan Chelsea sebagai juara Liga Inggris setelah masa penantian selama 50 tahun. Pada musim 2005-2006, dia kembali mengantar Chelsea menjadi juara.

Pada musim 2006-2007, Chelsea mengalami banyak cobaan karena cedera serius para pemain utamanya. Antara lain, kiper utama Petr Cech, kiper kedua Carlo Cudicini, kapten John Terry, serta Joe Cole, yang semuanya memerlukan istirahat panjang. Namun, pada perode ini, Mourinho tetap berhasil mengantar Chelsea meraih gelar ganda sebagai juara Piala Carling dan Piala FA.

Pada 20 September 2007, Mourinho tiba-tiba memutuskan untuk meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Chelsea melalui “kesepakatan bersama” setelah bertemu dengan para petinggi klub.

Inter Milan

Usai sembilan bulan tidak melatih, pada 2 Juni 2008, Mourinho resmi diangkat sebagai pelatih Inter menggantikan Roberto Mancini yang dipecat pada 29 Mei 2008 atau 72 jam sebelum penunjukannya. Oleh Massimo Moratti, dia ditarget juara Liga Champions 2009 yang finalnya digelar di Stadion Olimpico, Roma, Italia, 27 Mei 2009.

Mourinho memilih Giuseppe Baresi, pemain Inter era 80-an, sebagai asisten pelatih. Dia juga bekerja dengan Rui Faria (pelatih fisik), Silvino Louro (pelatih kiper), dan André Villas Boas (asisten pelatih teknik). Tiga orang terakhir ini juga merupakan staf-stafnya selama melatih Chelsea dan Porto.

Pada 24 Agustus 2008, Mourinho memenangkan trofi pertamanya bagi Inter di Piala Super Italia usai menundukkan AS Roma 6–5 lewat adu penalti setelah berimbang 2–2 selama 120 menit pertandingan normal plus extra time. Tapi, ekspektasi Moratti akan gelar Liga Champions habis saat Inter kalah agregat 0–2 di babak 16 besar dari Manchester United pada 11 Maret 2009.

Mourinho melewati musim pertamanya dengan Inter di Italia pada musim 2008-09 dengan sukses kala Inter merebut gelar ke-17 Liga Italia Serie-A. Inter meraih gelar usai AC Milan kalah 1–2 dari Udinese. Atas keberhasilan itu, kontraknya diperpanjang hingga 2012.

Musim 2009-2010 bisa dibilang era keemasan Inter di bawah Mourinho. Terlebih, 28 April 2010, timnya sukses menyingkirkan juara bertahan Barcelona di semifinal Liga Champions dengan agregat 3–2. Hasil tersebut membawa Inter melaju ke final dan menantang Bayern München pada 22 Mei 2010 di Stadion Santiago Bernabéu.

Trofi Coppa Italia merupakan prestasi pertama dari tiga trofi yang diincar pada musim 2009-2010. Mourinho dan anak buahnya sukses mengalahkan AS Roma pada tanggal 6 Mei 2010 di Stadion Olimpico. Pada 16 Mei 2010, dia kembali mengantar Inter ke tangga juara Liga Italia sekaligus mencatat scudetto Inter yang ke-18 dan dalam lima musim berturut-turut setelah membekap Siena 1–0 di Artemio Franchi.

Di Stadion Santiago Bernabeu pada tanggal 23 Mei 2010, Inter bersama Mourinho mencetak sejarah baru setelah mengalahkan Bayern 2–0 lewat kaki emas Milito pada laga Final Liga Champions. Inter menjadi tim Italia pertama dalam sejarah yang meraih Treble Winners.

Real Madrid

Kesuksesan bersama Inter Milan membuat Mourinho ingin pergi dan mencari tantangan lain, tepatnya di Spanyol. Setelah Presiden Real Madrid Florentino Perez memecat Manuel Pellegrini pada 27 Mei 2010, Mourinho ditunjuk menjadi pelatih Real Madrid. Pada 31 Mei 2010, dia dipresentasikan kepada media.

Pada 21 April 2011, Mourinho memberikan trofi Copa del Rey kepada Real usai mengalahkan Barcelona 1–0 di final. Itu merupakan piala ke-18 untuk klub setelah 18 tahun terakhir (terakhir meraih tahun 1993). Piala itu juga gelar pertama Mourinho di Spanyol. Atas keberhasilan itu, Mourinho kini menjadi pelatih pertama yang mampu meraih piala domestik di empat negara berbeda (Portugal, Inggris, Italia, dan Spanyol).

3 Mei 2012 adalah hari bersejarah untuk Mourinho, berhasil membawa Madrid juara La Liga (yang ke-32) sekaligus menahbiskan rekor sebagai pelatih pertama dalam sejarah yang juara di tiga kompetisi klasik Eropa (Premier League, Serie A, dan La Liga). Sekaligus menjadi manajer ketiga setelah Giovanni Trapattoni dan Ernst Happel yang memenangkan liga di empat negara berbeda.

Mourinho menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai pelatih Madrid pada 20 Mei 2013 dengan kesepakatan bersama antara petinggi klub. Dia meninggalkan Madrid per 1 Juni 2013.

Kembali ke Chelsea

Pada 3 Juni 2013, Kepala Eksekutif Chelsea Ron Gourlay mengonfirmasikan kembalinya Mourinho dengan durasi kontrak selama empat tahun.

“Dalam karir saya, saya punya dua gairah besar – Inter dan Chelsea – dan Chelsea lebih dari penting bagi saya,” kata Mourinho kepada Chelsea TV.

“Itu sangat, sangat sulit untuk bermain melawan Chelsea, dan saya melakukannya hanya dua kali dan itu tidak begitu buruk. Sekarang saya berjanji hal yang sama pada tahun 2004 dengan perbedaan ini: saya salah satu dari kalian.”

Pada 10 Juni 2013, Mourinho secara resmi diperkenalkan sebagai manajer Chelsea untuk kedua kalinya pada konferensi pers yang diadakan di Stamford Bridge. Pertandingan kompetitif pertamanya berakhir dengan kemenangan 2-0 melawan Hull City pada 18 Agustus 2013 di Stamford Bridge.

Mourinho resmi dinobatkan sebagai Premier League Manager of the Season pilihan asosiasi manajer di Inggris (LMA). Dia mendapat penghargaan manajer terbaik berkat prestasinya mempersembahkan dua gelar untuk Chelsea musim 2014-2015.

Manchester United

Pada 27 Mei 2016, Mourinho menandatangani kontrak tiga tahun dengan Manchester United. Dengan begitu, dia akan berada di Old Trafford sampai tahun 2020.

Perhatian Media dan Kontroversi

Setelah pertandingan Liga Champions antara Chelsea dan Barcelona pada Maret 2005, Mourinho menuduh wasit Anders Frisk dan pelatih Barcelona Frank Rijkaard melanggar aturan FIFA dengan mengadakan pertemuan di babak pertama. Mourinho bersikeras bahwa itu bias wasit dan membuat Didier Drogba dikartu merah di babak kedua.

Frisk mengakui, Rijkaard mencoba berbicara dengan dia, tapi bersikeras bahwa dia telah menyuruhnya pergi. Setelah itu, Frisk menerima ancaman mati dari fans yang marah, yang membuatnya pensiun sebelum waktunya.

Kepala wasit UEFA Volker Roth melabeli Mourinho sebagai “musuh sepak bola”. Setelah penyelidikan, Mourinho dihukum berada di touchline dalam dua pertandingan dan Chelsea serta Mourinho didenda oleh UEFA.

Pada tanggal 2 Juni 2005, Mourinho didenda £ 200.000 karena terlibat dalam pertemuan dengan bek Arsenal Ashley Cole pada Januari 2005. Itu melanggar aturan Premier League. Denda tersebut kemudian dikurangi menjadi £ 75.000 setelah sidang pada bulan Agustus.

Dalam pertandingan Champions League musim 2010-2011 di Ajax pada bulan November 2010, di akhir pertandingan, ketika Real Madrid memimpin 4-0, dua pemain Real Madrid terlambat diberi kartu kuning kedua karena membuang-buang waktu. Akibatnya, mereka diskors untuk pertandingan terakhir grup meski Madrid memuncaki grup.

Setelah investigasi oleh UEFA, ini adalah taktik Mourinho melalui. Akibatnya, UEFA menghukum Mourinho dan empat pemain. Meski membantah tuduhan, Mourinho didenda £ 33.500 dan larangan satu pertandingan di Liga Champions.

File:Mourinho vs Tito Vilanova.jpg

Pada tanggal 17 Agustus 2011, di final Supercopa de España 2011, Mourinho terlihat mencolok mata asisten pelatih Barcelona Tito Vilanova dalam keributan di akhir pertandingan. Setelah pertandingan, Mourinho tidak mengomentari insiden tersebut kecuali untuk mengklaim bahwa dia tidak tahu siapa Tito Vilanova itu, dengan menyebut Tito dengan “pito”, bahasa gaul Spanyol untuk penis.

Pada bulan Februari 2014, Mourinho menyebut manajer Arsenal Arsene Wenger sebagai “Specialist in Failure” (spesialis dalam kegagalan). Wenger menanggapi komentar Mourinho dalam sebuah wawancara sehari kemudian, menyebut Chelsea dan Mourinho sama-sama memalukan.

000ca654 copy

 

Personal information

Full name José Mário dos Santos Mourinho Félix
Date of birth 26 January 1963 (age 53)
Place of birth Setúbal, Portugal
Playing position Central midfielder
Club information
Current team
Manchester United (manager)
Senior career*
Years Team Apps (Gls)
1980–1982 Rio Ave 16 (2)
1982–1983 Belenenses 16 (2)
1983–1985 Sesimbra 35 (1)
1985–1987 Comércio e Indústria 27 (8)
Total 94 (13)
Teams managed
2000 Benfica
2001–2002 União de Leiria
2002–2004 Porto
2004–2007 Chelsea
2008–2010 Inter Milan
2010–2013 Real Madrid
2013–2015 Chelsea
2016– Manchester United
* Senior club appearances and goals counted for the domestic league only.

† Appearances (goals)

Rekor Manajerial

Team From To Record
M W D L Win % Ref.
Benfica 20 September 2000 5 December 2000 11 6 3 2 54.55 [184]
União de Leiria July 2001 23 January 2002 20 9 7 4 45.00 [185]
Porto 23 January 2002 26 May 2004 127 91 21 15 71.65 [186]
Chelsea 2 June 2004 20 September 2007 185 124 40 21 67.03 [187]
Internazionale 2 June 2008 28 May 2010 108 67 26 15 62.04 [187]
Real Madrid 31 May 2010 1 June 2013 178 128 28 22 71.91 [187]
Chelsea 3 June 2013 17 December 2015 136 80 29 27 58.82 [187]
Manchester United 26 May 2016 0 0 0 0 [187]
Total 765 505 154 106 66.01

Rekor Tak Terkalahkan Liga di Kandang

Antara 23 Februari 2002 dan 2 April 2011, Mourinho memimpin 150 laga kandang di liga tak terkalahkan: 38 (36 menang-2 imbang) dengan Porto, 60 (46 menang-14 imbang) dengan Chelsea, 38 (29 menang-9 imbang) dengan Inter, dan 14 (14 menang) dengan Real Madrid.

Catatannya dirusak Sporting de Gijón pada tanggal 2 April 2011, ketika mereka mengalahkan Real Madrid 1-0 di Stadion Santiago Bernabéu di La Liga. Setelah pertandingan, Mourinho memasuki ruang ganti Gijón dan mengucapkan selamat kepada mereka.

Rekor Kedua Liga Tak Terkalahkan

Mourinho menjalani 45 pertandingan kandang liga tanpa terkalahkan: 31 (27 menang-4 imbang) dengan Real Madrid dan 14 (13 menang-1 imbang) dengan Chelsea. Catatan itu berakhir pada 19 April 2014, ketika Chelsea kalah 2-1 dari Sunderland. Kekalahan tersebut juga mengakhiri due periode dengan 77 laga tak terkalahkan Mourinho di Premier League di Stamford Bridge.

000ca654 copy

Penghargaan

Manajerial

Dalam sepuluh musim manajemen klub, Mourinho telah memimpin klub untuk memenangkan liga domestik delapan kali, Liga Champions dua kali dan Piala UEFA sekali. Antara 2003 dan 2012, Mourinho tidak absen satu tahun kalender tunggal pun tanpa memenangkan setidaknya satu trofi.

Porto
  • Primeira Liga: 2002–03, 2003–04
  • Taça de Portugal: 2002–03
  • Supertaça Cândido de Oliveira: 2003
  • UEFA Champions League: 2003–04
  • UEFA Cup: 2002–03
Chelsea
  • Premier League: 2004–05, 2005–06, 2014–15
  • FA Cup: 2006–07
  • Football League Cup: 2004–05, 2006–07, 2014–15
  • FA Community Shield: 2005
Inter Milan
  • Serie A: 2008–09, 2009–10
  • Coppa Italia: 2009–10
  • Supercoppa Italiana: 2008
  • UEFA Champions League: 2009–10
Real Madrid
  • La Liga: 2011–12
  • Copa del Rey: 2010–11
  • Supercopa de España: 2012

FIFA World Coach of the Year: 2010

Individu

  • Onze d’Or Coach of the Year: 2005
  • FIFA World Coach of the Year: 2010
  • IFFHS World’s Best Club Coach: 2004, 2005, 2010, 2012
  • Premier League Manager of the Year: 2004–05, 2005–06, 2014–15
  • Premier League Manager of the Month: November 2004, January 2005, March 2007
  • Serie A Manager of the Year: 2008–09, 2009–10
  • Albo Panchina d’Oro: 2009–10
  • Miguel Muñoz Trophy: 2010–11, 2011–12
  • UEFA Manager of the Year: 2002–03, 2003–04
  • UEFA Team of the Year: 2003, 2004, 2005, 2010
  • World Soccer Magazine World Manager of the Year: 2004, 2005, 2010
  • BBC Sports Personality of the Year Coach Award: 2005
  • La Gazzetta dello Sport Man of the Year: 2010
  • International Sports Press Association Best Manager in the World: 2010
  • Prémio Prestígio Fernando Soromenho: 2012
  • Football Extravaganza’s League of Legends (2011)
  • Globe Soccer Awards Best Coach of the Year: 2012
  • Globe Soccer Awards Best Media Attraction in Football: 2012
  • Portuguese Coach of the Century: 2015

Lain-Lain

  • Grand Officer of the Order of Prince Henry
  • Doctor Honoris causa – for his accomplishments in football from Lisbon Technical University
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: