Sir Alex Ferguson Mengaku Memimpin Manchester United Bukan dengan Ketakutan dan Ancaman

Ferguson has played down his 'hairdryer' reputation

UIMR – Manajer legendaris Manchester United Sir Alex Ferguson terkenal sebagai sosok yang kalau marah bisa membuat para pemain ciut nyali. Semprotan Fergie itu selama ini dikenal dengan sebutkan ‘hairdryer treatment’. Namun, dia baru-baru ini menegaskan memimpin United menuju kesuksesan bukan dengan ketakutan.

Minggu ini, manajer Jose Mourinho melontarkan kritik tajam kepada Chris Smalling dan Luke Shaw. Mereka dinilai kurang mau berjuang untuk meloloskan tim dari grup Liga Europa.

Ferguson juga memerintah klub dengan tangan besi selama 27 tahun yang sarat piala di klub. Tapi, dia bersikeras keberhasilannya tidak dicapai dengan menebar rasa takut.

Mourinho has already criticised his players

“Ada banyak mitos tentang hal itu,” kata Fergie dikutip Manchester Evening News (10/11). “Itu terjadi sekitar setengah lusin kali dalam 27 tahun dan pemain akan memberi tahu Anda itu.”

“Saya mengatakan kepada mereka kebenaran dan pekerjaan kebenaran.”

“Semua pemain mengerti itu dan itu tidak pernah membuat pemain menentang saya. Kemudian, hari berikutnya, itu didorong ke samping dan saya siap untuk menang lagi.”

“Saya tidak pernah memerintah dengan rasa takut.”

“Nama tim Manchester United membuat pemain bermain dengan rasa takut.”

“Tugas saya adalah memberikan sikap positif ke dalam tim itu, bagi mereka untuk mengekspresikan diri, tidak pernah menyerah, dan menikmati bermain untuk klub. Itu misi suci.”

United gagal meniru keberhasilan Ferguson sejak pria Scotlandia itu mengumumkan pensiun pada 2013.

Hasil gambar

David Moyes dan Louis van Gaal dipecat setelah gagal membawa Setan Merah masuk kualifikasi Liga Champions.

Van Gaal berhasil memenangkan Piala FA musim lalu. Tapi, Mourinho dianggap orang yang mampu membawa tahun-tahun penuh gelar kembali ke Old Trafford.

Dalam sebuah wawancara dengan The Sun, Ferguson telah mengungkapkan apa yang memungkinkan dia mencapai begitu banyak keberhasilan di klub.

“Bagian penting dari menjadi tim sukses adalah menghindari rasa puas,” katanya. “Ini adalah penyakit yang harus dijaga.”

“Jika kami menang di babak pertama, itu (rasa puas) harus dihindari. Itu adalah penyakit.

“Jika Anda kehilangan gol, Anda kehilangan permainan – tetap jaga kaki Anda di pedal.” (coi)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: