Sir Alex Ferguson

Tonggak pembinaan pemain muda di Manchester United dimulai pada era James Gibson, ketua United. Dia tahu bahwa saat itu uang klub masih terbatas, tapi skuad membutuhkan darah segar untuk memastikan perkembangannya. Saat itulah dia mengumpulkan ide yang menjadi landasan bagi United melalui pembinaan usia muda. Inilah yang kemudian menjadi identitas United: melahirkan sendiri pemain bintang dari akademi klub.

Sistem itu dilanjutkan Sir Matt Busby pada 1928. Dia begitu mempercayai bahwa pembinaan pemain muda akan menjadi fondasi yang kuat untuk sebuah klub. ”Jika Anda tidak menempatkan mereka (di dalam tim), Anda tidak bisa tahu apa yang Anda miliki,” kata Sir Matt Busby.

Secara bertahap, Sir Matt menggantikan pemain tua dengan pemain muda 16 dan 17 tahun. Sebut saja bek Bill Foulkes, Mark Jones, dan Jackie Blanchflower, lalu pemain sayap Albert Scanlon dan David Pegg, kemudian striker Liam Whelan. Di antara mereka, ada Duncan Edwards. Edwards dinilai oleh banyak pengamat sebagai pemain terbaik di zamannya. Edwards memulai debut di timnas Inggris pada usia 17 tahun, memecahkan rekor pemain termuda yang membela The Three Lions.

Sir Matt Busby mengorbitkan bakat-bakat muda lainnya antara tahun 1951 dan 1957. Contohnya pemain sayap Johnny Berry, striker Tommy Taylor, dan kiper Harry Gregg. Sayangnya, bakat-bakat muda Sir Matt Busby meninggal dalam kecelakaan Munich pada 6 Februari 1958.

Misi Sir Matt Busby kemudian dilanjutkan Sir Alex Ferguson selama 26 tahun kepemimpinannya. Di antara banyak pemain muda yang diorbitkan Sir Alex, yang paling terkenal adalah kelompok pemain muda yang mendapat julukan Class of ’92.

Setelah ditinggal oleh Sir Alex Ferguson, Manchester United seperti mengalami krisis identitas. Pemain asli binaan akademi mereka satu persatu dijual ke klub lain, sebut saja Danny Welbeck, Tom Cleverley, Ben Amos, Tom Lawrence, Jack Barmby, Michael Keane, Tom Thorpe, Darren Fletcher hingga yang terakhir adalah Jonny Evans.

Pergantian dari Sir Alex ke era David Moyes sebenarnya tidak terlalu buruk bagi para pemain akademi mereka, the Chosen One masih menggunakan para pemain peninggalan SAF di skuatnya. Hal ini berlanjut saat pucuk kepelatihan diberikan kepada Ryan Giggs karena Moyes dipecat oleh jajaran direksi Setan Merah sebelum musim berakhir.

Giggs dengan berani memberikan debut kepada dua pemain muda, James Wilson dan Tom Lawrence, hasilnya tidak sia-sia, tim gado-gado ala Ryan Giggs berhasil mengalahkan Hull City dengan skor 3-1. Kedatangan Louis Van Gaal pada musim 2014/15 membuat beberapa pemain muda dan senior berusaha keras untuk mencuri perhatiannya demi mendapatkan tempat utama di tim, tetapi apa yang terjadi adalah kebalikannya.

Mengejutkan pada pertandingan pertama musim tersebut dengan memainkan Jesse Lingard sebagai pemain sayap utama kala melawan Swansea City, Van Gaal setelah itu malah melepas dan meminjamkan para pemain muda asli binaan akademi Manchester United ke klub lain, tercatat hanya ada dua pemain akademi yang bermain secara reguler musim lalu yaitu Paddy McNair dan Tyler Blackett, nama terakhir pada musim ini dipinjamkan ke Glasgow Celtic.

Musim ini tidak jauh berbeda dengan musim lalu, LVG membawa nama-nama besar ke Old Trafford dan kembali melepas para pemain akademi mereka ke klub lain. Nama terakhir yang pindah ke klub lain adalah Adnan Januzaj ke Dortmund dengan status pinjaman dan Jonny Evans dilepas secara permanen ke West Bromwich Albion untuk bergabung dengan mantan pemain akademi United yang sudah bergabung disana terlebih dahulu pada tengah musim lalu, Darren Fletcher.

Tetapi, di luar semua hal yang dilakukan oleh manajemen dan Van Gaal, ternyata Manchester United telah menyiapkan generasi selanjutnya yang siap menjadi tumpuan mereka dalam jangka waktu yang lama. Selain McNair dan Blackett yang sukses menembus tim utama United musim lalu, inilah pemain-pemain muda lainnya yang musim ini atau musim depan siap menjadi andalan Setan Merah…

1. James Wilson

Pemain Inggris ini digadang-gadang akan menjadi penyerang yang berbahaya di masa yang akan datang. Wilson memulai debutnya dua musim lalu kala United yang waktu itu dipimpin oleh caretaker Ryan Giggs menghadapi Hull City pada pertandingan Premier League. Wilson langsung menggebrak dengan dua golnya dan membantu United memenangkan pertandingan kandang terakhir mereka musim itu dengan skor 3-1. Kesempatan langka tersebut terjadi karena penampilan cemerlangnya di tim U-18 yang berhasil membawa dirinya bermain pada pertandingan tersebut.


Baca Juga:


Untuk level yunior, kapasitasnya tidak perlu diragukan lagi, masih hangat di benak kita saat dirinya mencetak gol indah setelah menggiring bola dari tengah lapangan ke gawang Manchester City di level U-18. Nicky Butt pernah berkomentar kepada Ryan Giggs tentang James Wilson, “Saya tidak pernah melihat pemain muda yang memiliki kecepatan secepat James Wilson.”

Well, kecepatan dan tendangan keras dari kaki kirinya adalah kelebihan dari pemain yang musim lalu mencetak dua gol dari 17 penampilannya bersama setan merah ini. Dengan dilepasnya Chicharito ke Bayer Leverkusen dan Adnan Januzaj yang dipinjamkan ke Dortmund, peluang dari pemain yang baru saja mencetak gol pertamanya bagi timnas Inggris U-21 ini di tim utama United sangatlah terbuka lebar, karena praktis saat ini penyerang yang mereka miliki hanyalah Wayne Rooney dan Anthony Martial.

2. Jesse Lingard

Pemain ini berhasil mengejutkan banyak pihak kala dirinya mencetak empat gol saat melakukan debut bersama tim yang meminjamnya, Birmingham City dua musim lalu. Musim lalu Jesse berhasil melakukan debut bersama tim utama di Liga Primer Inggris di pertandingan pertama United kala melawan Swansea City. Tetapi debutnya tidak seindah yang dibayangkan.


Baca Juga:


Pemain ini hanya bermain selama 24 menit, setelah itu Lingard harus digantikan oleh Adnan Januzaj karena mengalami cedera parah yang membuatnya harus absen panjang. Setelah dirinya pulih dari cedera, LVG memutuskan untuk meminjamkan pemain timnas Inggris U-21 ini ke Derby County hingga akhir musim 2014/15, hasilnya? Tidak mengecewakan.

Dirinya membantu tim asuhan Steve McClaren ini bersaing untuk lolos ke Liga Primer Inggris dengan catatan 14 penampilan dengan total dua gol. Sayangnya, Derby County gagal promosi ke liga tertinggi di Inggris musim ini. Dengan minimnya stok pemain sayap United yang hanya menyisakan Memphis Depay, Juan Mata dan Antonio Valencia, kesempatan Jesse Lingard untuk bermain lebih banyak musim ini sangatlah besar. Kecepatan dan presisi tendangan kaki kanannya bisa menjadi senjata mematikan dirinya musim ini bagi tim asuhan Van Gaal.

3. Sam Johnstone

Jarang ada penjaga gawang dari akademi Manchester United yang sukses menembus tim utama, bahkan penjaga gawang sekelas Kevin Pilkington dari tim legendaris the Class of 92 tidak menjadi pilihan utama Sir Alex Ferguson kala itu karena kalah bersaing dengan legenda United, Peter Schmeichel.


Baca Juga:


Johnstone sejauh ini sudah bermain di lima klub yang berbeda sepanjang karirnya dengan status pinjaman, yang terakhir adalah Preston North End yang merasakan jasa pemain ini. Tetapi dengan drama De Gea yang hingga saat ini masih belum reda, nasib Sam Johnstone bisa saja berubah 180 derajat.

Sejak awal musim dirinya selalu duduk di bangku cadangan untuk menjadi pengganti Sergio Romero, tetapi dirinya harus masih sedikit lebih sabar untuk menjadi pilihan utama Van Gaal. Ajang Piala Liga adalah ajang yang cocok baginya untuk membuktikan diri bahwa dia bisa menjadi andalan Manchester United apabila para penjaga gawang utama mereka mengalami cedera.

4. Ben Pearson

Pemain kelahiran Oldham ini mulai bergabung dengan Manchester United pada tahun 2004. Namanya sudah menjadi andalan tim muda United hingga terakhir di musim lalu, dia menjadi poros permainan dari tim U-21. Gaya permainannya mengingatkan kita pada Paul Scholes, bagaimana dia menjadi pusat dari permainan dan juga umpan-umpan panjang ala Scholes yang biasa dia peragakan selama pertandingan.


Baca Juga:


Dia bisa bermain sebagai playmaker atau menjadi gelandang serang, semua itu bisa dia lakukan sesuai instruksi dari pelatihnya. Pada musim 2014/15, Pearson dipinjamkan ke Barnsley dan berhasil mengambil banyak pengalaman dari masa-masa peminjamannya.

Ben Pearson adalah salah satu pemain tengah masa depan Manchester United, oleh karena itu, dia memutuskan untuk kembali ke Barnsley dengan status pinjaman dengan harapan bisa mengembangkan permainannya dan menembus tim utama musim depan.

5. Sean Goss

Jarang kita bisa melihat pemain Manchester United yang memang mendukung setan merah sejak kecil berada di klub dan bermain di tim utama saat ini. Dahulu kala ada Gary Neville yang sangat tergila-gila dengan klubnya, bahkan bisa kita bilang dia lebih mencintai Manchester United ketimbang dirinya sendiri. Sean Goss bisa menjadi the next Gary Neville yang sangat mencintai United. Goss adalah pemain yang telah mendukung Setan Merah sejak dirinya masih anak-anak, kini dia menjelma menjadi salah satu pemain masa depan United dan juga Inggris.


Baca Juga:


Sean Goss memperlihatkan permainan mengesankan saat bermain di ajang AEGON Future Cup di Amsterdam, Belanda sebagai pemain tamu, karena penampilan gemilangnya itulah United mendatangkan dirinya dari Exeter City pada musim panas 2012. Gaya permainannya mirip dengan Michael Carrick, ditambah dengan postur badan yang tinggi yang tidak memperlihatkan umurnya yang baru 19 tahun.

Awal musim ini dia mengejutkan banyak pihak karena dibawa oleh Louis Van Gaal ke Amerika Serikat untuk mengikuti rangkaian tur pra-musim. Debutnya tercipta kala United kalah dari PSG di pertandingan terakhir tur mereka. Tidak mengejutkan apabila kita akan melihat umpan-umpan panjang khas dirinya di tim utama pada musim-musim yang akan datang.

6. Joe Rothwell

Pemain yang memiliki nama lengkap Joseph Matthew Rothwell ini sedang menjalani masa peminjaman di Barnsley bersama kompatriotnya, Ben Pearson. Pemain asli dari kota Manchester ini telah bergabung dengan United sejak berumur enam tahun. Dia adalah tipe gelandang serang yang memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi, bersama Pearson di tim U-18, mereka menjadi pengatur serangan dan sukses mengingatkan kita pada duet Michael Carrick dan Paul Scholes.

Tetapi sayang, perkembangan dirinya terbentur oleh cedera yang terus menerus menimpanya, untungnya pemain kelahiran Manchester 11 Januari 1995 ini berhasil bangkit dan membawa tim muda United ke babak semi final FA Youth Cup 2012. Dia sukses mencetak gol Eropa pertamanya kala melawan Real Sociedad dalam ajang UEFA Youth League. Rothwell di puji oleh rekannya di timnas Inggris muda yang juga pemain utama United, Luke Shaw, yang mengatakan dirinya adalah pemain yang bisa menntukan alur permainan.

Musim lalu dirinya merasakan atmosfir tim utama kala dipinjamkan sebentar ke Blackpool, dan musim ini, perjalanannya bersama tim lain berlanjut dengan Barnsley yang meminjamnya selama enam bulan.

7. Timothy Fosu-Mensah

Pemain muda ini mengambil hati para pencari bakat Manchester United saat bermain bersama Ajax Amsterdam di ajang AEGON Future Cup dan dengan cepat Tim bergabung ke Old Trafford saat bursa transfer musim panas 2014. Pada musim pertamanya di United, dia berhasil mencatatkan 18 penampilan di tim U-18 dan beberapa kali masuk bangku cadangan untuk tim U-21.


Baca Juga:


Posisi awal dirinya adalah bek tengah, tetapi dia dipaksa bermain lebih ke depan untuk menjadi pemain tengah, dimana di posisi ini, dirinya berhasil memperlihatkan penampilan yang impresif. Kapten Belanda U-17 ini bisa berlari untuk mengitari seluruh lapangan selama 90 menit tanpa henti.

Musim ini bisa menjadi musim yang penting baginya, dengan dipromosikan dirinya masuk ke tim U-21 United dan dipinjamkannya Ben Pearson juga Joe Rothwell ke Barnsley, Timothy Fosu-Mensah bisa menjadi pemain kunci dari U-21 dalam mempertahankan gelar juara Premier League U-21 musim ini.

8. Andreas Pereira

Pemain terakhir yang berada dalam daftar kami adalah Andreas Hugo Hoelgebaum Pereira atau yang lebih kita kenal dengan Andreas Pereira. Pemain yang lahir di Belgia ini sudah menjadi incaran beberapa tim besar saat masih bermain di tim muda PSV Eindhoven, kala itu Pereira masih berusia 11 tahun. Tercatat ada Arsenal, Chelsea dan Liverpool yang juga menginginkan pemain yang mencetak satu gol di final Piala Dunia U-17 tahun ini.


Baca Juga:


Tetapi, karena kunjungan Sir Alex Ferguson pada tahun 2011 yang membuat anak dari mantan pesepakbola Brazil, Marcos Pereira ini lebih memilih untuk merapat ke Old Trafford. Musim pertamanya di tim U-18 sukses membuat dirinya mencatatkan 20 penampilan dengan mencetak lima gol. Dan pada musim lalu, dirinya berhasil melakukan debut di tim utama saat Manchester United kalah 4-0 dari MK Dons di ajang Piala Liga.

Dalam penampilan singkatnya pada pertandingan tersebut, Pereira sukses memperlihatkan umpan-umpan panjang akuratnya dari lini tengah United. Setelah itu, pemain yang pernah memperkuat Belgia U-17 ini sukses melakukan debut Premier League saat Mancheter United menang 3-0 dari Tottenham Hotspur pada bulan Maret 2015 lalu. Awal musim ini dirinya dibawa oleh Van Gaal ke Amerika Serikat untuk ikut tur pra-musim. Hasilnya tidak mengecewakan, penampilannya dipuji oleh pelatih asal Belanda tersebut dan Pereira sukses mencetak satu gol saat United melawan San Jose Earthquakes.

Musim ini dirinya beberapa kali berada di bangku cadangan pertandingan Premier League, walaupun belum pernah diturunkan, masa depan pemain Brazil ini sangatlah cerah di skuat utama Manchester United. (FourFourTwo/coi)

Pemain Muda Lain yang Siap Menembus Tim Utama

%d bloggers like this: